Home TANGERANG HUB Pendapatan Daerah Turun Rp 1,30 T

Pendapatan Daerah Turun Rp 1,30 T

0
SHARE
Pendapatan Daerah Turun Rp 1,30 T
PARIPURNA: Walikota Arief R Wismansyah saat menyampaikan Raperda APBD Perubahan dalam rapat paripurna DPRD Kota Tangerang, Senin (31/8). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pendapatan daerah Kota Tangerang tahun ini menurun. Penurunan sebesar Rp 1,30 triliun dari target Rp 4,57 triliun diakibatkan dampak pandemi Covid-19 yang menghantam dunia usaha.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pendapat daerah tahun ini hanya mencapai Rp 3,27 triliun. Ada penurunan yang membuat pendapatan daerah menurun dan tidak sesuai target sebelumnya.

“Secara garis besar memang ada penurunan, tetapi kita terus mengupayakan agar tidak turun drastis. Walaupun di tengah pandemi virus corona, kita secara bertahap melakukan perbaikan agar pendapatan bisa tercapai,”ujarnya usai rapat Paripurna, Senin (31/8).

Arief menambahkan, untuk belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp 5,16 triliun turun menjadi Rp Rp 3,72 triliun atau berkurang sebanyak Rp 1,43 triliun. Tercatat, bahwa Pemkot Tangerang mengalami defisit sebesar Rp 452,20 miliar.

“Pemkot Tangerang mengalami defisit sebesar Rp 452,20 miliar, untuk menutupinya dengan pembiayaan netto yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran atau SILPA tahun anggaran 2019,”paparnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Tangerang juga memberikan penambahan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangerang yakni PDAM Tirta Benteng dan juga PT TNG. Hal tersebut dilakukan, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Tangerang.

“Kita memprioritaskan pelayanan maksimal untuk masyarakat, tetapi harus juga diingat kedua BUMD ini harus bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan,”ungkapnya.

Arief menuturkan, dipastikan tahun depan pendapatan daerah Kota Tangerang dapat mencapai targetseiring meredanya virus corona dan perekonomian kembali pulih.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Dampak corona ini bukan hanya terasa terhadap masyarakat, melainkan juga pemerintah daerah mengalami dampak yang sama,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here