Home TANGERANG HUB Pariwisata Keranggan Masuk Penilaian Banten

Pariwisata Keranggan Masuk Penilaian Banten

0
SHARE
Pariwisata Keranggan Masuk Penilaian Banten
SAMBUT JURI: Sejumlah pemuda Kelurahan Kranggan beraksi di depan tim juri yang melakukan penilaian kawasan industri kepariwisataan di kampungnya, kemarin. FOTO: Dok. Humas Tangsel

SETU – Kelurahan Keranggan menjadi salah satu lokasi yang memiliki potensi pariwisata. Wal hasil, wilayah ini pun diikutsertakan dalam penilaian Apresiasi Industri Usaha Kepariwisataan yang berkelanjutan (Sustainable). Ecowisata Keranggan yang berada di wilayah Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, salah satu yang dijagokan dalam lomba ini. Maklum saja, memiliki daya tarik wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung.

Selasa (22/9), Kampung Wisata Keranggan, didatangi tim penilaian Industri Kepariwisataan Banten. Kehadiran tim penilai ini, disambut dengan berbagai atraksi warga. Atraksi ini juga bisa dinikmati warga yang akan berkunjung ke daerah ini. Tak hanya budayanya, daerah ini memiliki banyak pelaku usaha kecil menengah yang memproduksi berbagai jenis makanan khas Kampung Keranggan. Sebagai kampung wisata, Keranggan juga telah menyiapkan homestay yang dapat digunakan untuk aktivitas para pelancong.

Penggagas sekaligus Ketua Kampung Wisata Keranggan, Alwani menjelaskan bahwa warga Kampung Keranggan memiliki harapan bahwa kampung ini bisa menjadi salah satu tempat pariwisata rujukan di Kota Tangsel. Karena itu, dia menginformasikan bahwa seluruh warga sudah mempersiapkan penilaian ini dengan matang.

”Di dalamnya ada homestay. Nanti di dalam homestay itu juga ada pembuatan makanan kahs yang dibuat di dalam kampung ini,” kata Alwani.

Ia menambahkan, Keranggan terkenal sebagai home industri berbagai makanan.

Makanan tersebut di antaranaya, keripik dangder atau singkog dan juga opak.

”Dengan penilaian ini kami juga bisa memastikan pengembangan apa saja yang perlu dilakukan oleh kami, untuk menjadikan tempat ini lebih baik,” kata dia.

Kemudian Lurah Keranggan Agus Muhdi menjelaskan bahwa Keranggan merupakan potensi yang terus diupayakan untuk dikembangkan. Dengan adanya penilaian ini, pihak kelurahan bisa mengetahui fasilitas apa saja yang perlu disiapkan untuk mengembangkan potensinya.

”Keranggan terus berupaya untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM,” ujar dia.

Ditambahkan, dengan adanya penilaian ini, warga bisa lebih termotivasi dalam meningkatkan potensi dalam meningkatkan sektor usaha baik di dalam sektor makanan juga alam. Sebab dirinya yakin, bahwa seluruh fasilitas yang ada di kampung ini memiliki potensi untuk mendukung Keranggan menjadi tepat wisata.

”Kami ingin memastikan bahwa prgram ini akan terus ada secara berkesinambungan. Bukan hanya untuk penialain saja. Jadi nanti Bapak Alwani harus tetap melakukan koordinasi terkait dengan pengembangan Kampung keranggan,” kata dia.

Sementara Kepala Bidang Industri dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Sri Mulyati menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang ingin dikembangkan dalam menilai suatu tempat wisata. Untuk tahun depan , barang kali tahun depan akan ada 13 sektor.

Sehingga selain melakukan penilaian tim Dinas Pariwisata juga melakukan pembinaan. ”Dengan adanya kami di sini sekaligus melakukan bimbingan,” kata Sri.

Dia menambahkan, dengan pembinaan semacam ini masyarakat bisa tahu apa saja tugasnya masing-masing. Nanti akan menanyakan beberapa hal yang sesuai dengan aturannya. Baik itu pemerintah atau pengemabangan bagi ekonomi. (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here