Home BANTEN 30 Mahasiswa UGM KKN di Tanara dan Pedaleman

30 Mahasiswa UGM KKN di Tanara dan Pedaleman

0
SHARE
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama kepala OPD Pemkab Serang berfoto bersama dengan mahasiswa dan pendamping KKN UGM di Pendopo Bupati Serang, Senin, 27 Juni 2022. FOTO AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES

SERANG, TANGERANGEKSPRES.CO.ID – Tiga puluh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tanara dan Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang. Mereka melaksanakan tugas kampus itu selama 50 hari, dari 25 Juni hingga 13 Agustus 2022.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, kerjasama dengan UGM akan ada timbal baliknya dengan memberikan kontribusi positif dari mahasiswa melalui KKN dengan melihat kondisi warga Kabupaten Serang yang sebenarnya.

Karena itu, kata Tatu, pemkab membutuhkan masukan dari mahasiswa yang mengetahui langsung kondisi warga melalui KKN.

“Kerjasama dengan UGM ini adalah mendampingi Pemda Serang dalam merealisasikan Tanara menjadi wisata religi. Kemudian, kami juga butuh masukan dari mahasiswa apa yang menjadi kekurangannya, tentu menjadi masukan buat kami, dan menjadi bagian dari rencana pembangunan ke depan,” katanya kepada wartawan usai acara penerimaan KKN mahasiswa UGM di Pendopo Bupati Serang, Senin (27/6).

Tatu mengatakan, tugas mahasiswa pada pelaksanaan KKN di Kecamatan Tanara di antaranya menginventarisasi potensi desa yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata.

“Mereka sudah diberi tugas dari universitasnya apa yang harus mereka lakukan. Supaya, optimal kehadiran mereka di sana yang kurang lebih selama 50 hari,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan UGM Sudaryatno mengatakan, tujuan dilaksanakannya KKN di Kecamatan Tanara untuk meningkatkan potensi pariwisata kedua desa tersebut.

Yang menjadi fokus penanganannya, kata dia, yaitu kebersihan lingkungan serta budidaya tambak udang, rumput laut, dan ikan. Sehingga, permasalahan tersebut menjadi tugas penting bagi mahasiswa saat melakukan KKN.

“Beberapa waktu lalu, saya survei di sana banyak ditemukan tumpukan sampah, terkait budidaya, mahasiswa harus bisa mengarahkan masyarakat agar dapat mengikuti pelatihan,” katanya. (mg-7/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here