Home PERISTIWA APDESI Apresiasi Sosialisasi Hadapi Oknum Wartawan

APDESI Apresiasi Sosialisasi Hadapi Oknum Wartawan

0
SHARE

TANGERANG – Kepala Desa yang ada di zona dua Kabupaten Tangerang, diberikan sosialisasi cara menghadapi wartawan dalam sebuah masalah pemberitaan yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang bagian Utara.

Para kepala Desa tersebut, diberikan sosialisasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang untuk menangani masalah pemberitaan dan menghadapi oknum wartawan yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Ketua APDESI Kabupaten Tangerang H. Maskota mengatakan, sosialisasi ini sangat dibutuhkan para Kades dalam menghadapi sebuah masalah pemberitaan di media. Biasanya, banyak Kades yang takut menghadapi wartawan jika ada permasalahan dalam sebuah pemberitaan.

“Saya rasa, sosialisasi ini penting. Karena, dengan sosialisasi dari PWI ini kita selaku kepala desa bisa tau caranya menghadapi sebuah masalah pemberitaan dan juga cara menghadapi oknum wartawan yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres di Rumah Makan Bunda, Kecamatan Teluknaga, Senin (8/8).

Maskota menambahkan, bahwa banyak terjadi oknum wartawan yang datang ke desa untuk hanya menakuti para kades dengan alasan temuan kasus ataupun hal lainnya. Dan itu, membuat para kades jadi takut dan tidak mau menanggapi wartawan yang benar-benar menjalankan profesinya.

“Sepeti contoh, jika ada temuan di desa A ada oknum wartawan datang menemui kadesnya. Tetapi, bukan melakukan tugas sebagai jurnalis melainkan menakuti. Kita sebenarnya, tidak takut jika diawasi. Dengan syarat, harus sesuai dengan aturan yang baik dan benar,”paparnya.

Ia menjelaskan, banyak kasus yang datang ke kades mengaku sebagai wartawan media besar. Tetapi, setelah di cek dia bukan dari media tersebut. Dan di sosialisasi ini diberikan kunci menghadapinya oleh teman-teman PWI.

“Wartawan adalah rekan kita, karena tanpa mereka juga kita bisa tau apa yang terjadi di masyarakat. Harusnya, jika memang sesuai dengan profesinya mereka harus mematuhi kode etik jurnalistik sepeti yang di paparkan oleh PWI,”ungkapnya.

Maskota berharap, para kades juga tidak perlu takut dan menghindar jika ada teman-teman wartawan untuk melakukan peliputan. Karena, para perwata yang benar datang mencari fakta dan berita yang benar untuk di informasikan ke masyarakat.

“Saya harap, para kades tidak perlu takut menghadapi wartawan. Jika memang benar menjalankan tugas sebagai kades maka tidak perlu taku, kalaupun ada keselaham bisa di paparkan sesuai dengan daya dan faktanya,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here