Home OLAHRAGA Seri Nasional LDN 2018, Kompetisi Sebenarnya

Seri Nasional LDN 2018, Kompetisi Sebenarnya

0
SHARE
JUARA 1: Dirjen PPMD Kemendes, Taufik Madjid mengalungkan medali kepada pemain kesebelasan Desa Rappang asal Sidrap, Sulawesi Selatan yang keluar sebagai juara pertama, kemarin sore. FOTO: Aries Maulansyah/Tangerang Ekspres

KESEBELASAN Desa Cukanggalih, Curug yang menjadi wakil Provinsi Banten di Seri Nasional Liga Desa Nusantara (LDN) 2018 harus mengubur impian menjadi juara pada even yang kedua kali digelar tersebut. Pada laga final di Lapangan Bonek, Legok, Jumat (30/11) sore skuat asuhan Ian Baco tersebut takluk 4-1 atas kesebelasan Desa Rappang asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Drama penalti harus dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 0-0 dalam laga sepanjang 2×35 menit. Dalam adu jago tendangan 12 pas, Dua penendang Desa Cukanggalih, Ahmad Sihabudin dan Egit Prayitno mampu dihalau kiper Rappang, Ilham.

Dari kubu tuan rumah hanya Sumantri yang sukses menjalankan tugas sebagai penendang pertama. Sementara empat penendang Rappang mampu menaklukan kiper Cukanggalih, Andre.

Padahal pada pertandingan kemarin, Cukanggalih yang merupakan juata Grup C tampil sangat dominan dan beberapa kali mendapat peluang emas. Sayang peluang yang didapat gagal berbuah gol dan kerap mampu dihalau pertahanan lawan.

“Inilah sepakbola ibarat menyerang dari subuh sampai malam, tapi kalau belum beruntung kemenangan sulit diraih. Tapi saya salut sama pemain yang tampil pantang menyerah, kami hanya kalah penalti,” ucap Ian Baco Pelatih Cukanggalih.

Sementara Penanggungjawab Kesebelasan Desa Rappang Ansruddin mengaku gembira atas kemenangan pemain binaannya. Apalagi diraih leat drama penalti setelah pemain tampil kompak mengatasi serangan pemain tuan rumah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pendukung kami, dan juga tuan rumah. Kami merasa inilah sepakbola Indonesia sebenarnya, semula kami was-was tuan rumah akan didukung oleh perangkat pertandingan tapi ternyata tidak. Pertandingan sangat fair play, ini bukti sepakbola antar desa bisa menjadi panutan,” ucap Anasruddin.

KALAH PENALTI: Kesebelasan Desa Cukanggalih gagal menjadi juara LDN 2018 usai kalah adu penalti di babak final.

Gelar juara satu membuat Desa Rappang berhasil meraih trofi juara pertama, medali serta mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 50 juta. Sementara Desa Cukanggalih mendapatkan uang pembinaan Rp 40 juta.

Sementara juara tiga bersama diraih Desa Bergas Kidul (Jawa Tengah) dan Desa Pangulah Selatan (Jawa Barat). Kedua tim ini selain mendapat piala tetapi juga uang pembinaan sebesar Rp 30 juta.

Meski tidak menang, Bupati Ahmed Zaki Iskandar berharap tinggi ajang ini dapat melahirkan pesepakbola profesional dari desa-desa di Kabupaten Tangerang. “Mudah-mudahan tersedia bibit-bibit handal yang selama ini tidak terpantau secara langsung tapi bisa berlaga membela desa dan bisa berlaga di tingkat nasional,” ucap Zaki di Lapangan Bonek Legok.

Tidak hanya itu, Zaki berharap kegiatan begini bisa mengangkat trend olahraga sepakbola di desa-desa dapat melejit sehingga menciptakan atmosfer lingkungan yang positif.

Di kesempatan yang sama, Dirjen PPMD, Taufik Madjid mengatakan, Laga Seri Nasional LDN tahun 2019 bakal diselenggarakan di 24 Provinsi.

“Tahun ini kita selenggarakan di 12 Provinsi, kita targetkan 2019 ini akan kita laksanakan di 24 Provinsi,” ujar Taufik. (apw/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here