Home OLAHRAGA Diikat 2 Tahun, Target Liga 1

Diikat 2 Tahun, Target Liga 1

0
SHARE
OPTIMIS LIGA 1: Presiden Klub Persita A. Rully Zulfikar Iskandar (kanan) salam komando dengan pelatih baru Persita Widodo Cahyono Putro, usai teken kontrak, Jumat (18/1).

PROMOSI ke Liga 1 pada 2020 menjadi target utama Persita. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, manajemen telah mengikat pelatih jempolan, Widodo Cahyono Putro. Pria asal Cilacap, Jawa Tengah tersebut akan memoles Persita di kompetisi Liga 2. Kemarin (18/1) sore bertempat di Stadion Utama Sport Center Dasana Indah, Kelapa Dua, mantan pelatih Bali United tersebut diperkenalkan kepada publik pada acara konfrensi pers.

Alasan perekrutan Widodo kata manajer Persita, I Nyoman Suryanthara tidak lepas dari pengalaman segudang yang dimiliki mantan pemain timnas tersebut.

“Dari beberapa nama yang kami hubungi dan dari semua pelatih terbaik yang kami jalin komunikasi dan melihat visi misi yang dimiliki sesuai dengan apa yang diinginkan Persita.

Akhirnya nama coach Widodo kami pilih untuk menangani Persita. Selain itu kami berharap pengalamannya menangani timnas dan klub Liga 1 akan membawa kami promosi ke Liga 1,” ucap Nyoman dihadapan wartawan.

Selain itu lanjut Nyoman, visi misi Widodo yang ingin mengembangkan prestasi sepakbola dari Liga 2 bersama Persita serta melalui pengambangan youth development (pembinaan usia dini) jadi dasar kuat memilih mantan pelatih timnas U-21 tersebut. Menurut Nyoman, Persita ingin mengembangkan pembinaan usia dini di level pemain U-16 dan U-18.

“Sehingga saat Persita lolos ke Liga 1 musim depan, kami sudah siap dengan tim suporting (tim pembinaan usia dini, red). Dan itu butuh lebih dari satu tahun pembinaan,” ucapnya.

Nyoman menegaskan, manajemen Pendekar Cisadane akan mengikat kontrak Widodo dengan durasi 2 tahun.

Sementara Widodo menyatakan senang mendapat kepercayaan dari Persita untuk menukangi tim musim 2019. Ia mengamini pernyataan Nyoman soal alasan bergabung dengan Persita. Ia memiliki visi dan misi yang sama dengan tim yang dikalahkannya pada final Liga Indonesia 2002 saat membela Petro Kimia Putra Gresik.

“Menurut saya untuk bisa membangun prestasi sepakbola Indonesia tidak mesti di Liga 1 mungkin Liga 2 atau bahkan Liga 3 sangat bisa membangun prestasi sepakbola Indonesia yang muaranya timnas,” bebernya.

“Kenapa pilihan saya jatuh kepada Persita?, tentu karena klub ini punya ambisi yang kuat, bukan hanya untuk lolos liga 1 tetapi mereka juga membangun klub dengan pemain muda. Hal ini tentu saja nantinya membuat Persita tidak akan kesulitan mencari pemain dan menjadi wadah pembinaan sepakbola Indonesia,” jabar Widodo.

Dan untuk memenuhi target promosi Liga 1, Widodo mengharap bantuan semua elemen yang ada di Persita agar prestasi tim Ungu bisa mencapai target promosi.

Lebih jauh Widodo mengungkapkan dirinya masih belum akan langsung melatih, memilih pemain baru ataupun memantau seleksi secara langsung. Itu lantaran dia harus mengikuti kursus lanjutan lisensi AFC Pro di Spanyol, mulai 20 Januari hingga 30 Januari.

“Seleksi pemain dilakukan setelah pulang dari Spanyol (kursus pelatih). Saya akan bicara dengan manajemen soal pemain baru, karena target utama promosi ke Liga 1,” ujar Widodo.

Dia menambahkan, untuk Piala Indonesia ada 18 pemain (saat ini 17 pemain) dari musim lalu yang dipertahankan.

Mereka akan mengikuti leg pertama Piala Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 26 Januari dan leg kedua pada 3 Februari di Tangerang.

“Baru setelah dari Spanyol saya akan melakukan seleksi termasuk memanggil pemain incaran. Untuk Piala Indonesia masih ditangani Wiganda (Saputra), Ilham (Jayakesuma) dan Mukti (Ali Raja),” jelas mantan pemain Warna Agung itu. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here