Home OLAHRAGA Persita vs Aceh Babel United, Main Malam

Persita vs Aceh Babel United, Main Malam

0
SHARE
Chandra Waskito

TIKET Babak 8 Besar kompetisi Liga 2 yang sudah dalam genggaman Persita Tangerang. Itu tidak membuat skuat asuhan Widodo Cahyono Putro (WCP) terlena. Skuat Pendekar Cisadane memastikan tetap berburu poin penuh saat menghadapi Aceh Babel United FC di Stadion Utama Sport Center Kelapa Dua, Senin (7/10) malam WIB. Tak seperti biasanya, kali ini laga akan digelar malam hari. I Nyoman Suryanthara Manajer Persita menjelaskan, main malam untuk mengakomodir pendukung Persita yang kebanyakan pekerja.

Juga dimaksudkan sebagai simulasi untuk persiapan menghadapi babak 8 Besar bahkan lebih khususnya jika Persita lolos ke Liga 1. “Kita belum tahu jadwal (babak 8 besar) pastinya. Tapi sangat mungkin pertandingan babak 8 Besar di gelar malam hari karena sudah memasuki laga krusial dan masuk jam primetime stasiun televisi. Makanya kita biasakan main malam,” ucap Nyoman. Kemenangan ditargetkan lantaran Persita ingin memberi hiburan buat pendukung setianya yang kerap hadir saat melakoni dua laga away di Serang dan Cilegon. Selain itu kemenangan juga dibutuhkan Persita untuk bisa menambah percaya diri tampil di Babak 8 Besar dengan status juara wilayah barat.

“Kami bertekad sapu bersih di dua laga tersisa. Kami ingin menunjukkan kekuatan Persita menghadapi Babak 8 Besar. Secara persiapan kami juga sudah siap meraih angka penuh,” ucap WCP saat konferensi pers setelah latihan resmi kemarin (6/10) sore. Meski tidak diungkap jelas, tapi WCP memastikan pasukannya bisa menjaga tren positif selama lima laga terakhir yang diwujudkan dengan kemenangan beruntun. Mantan pelatih Bali United tersebut ingin timnya bisa meneruskan rekor kemenangan yang baru pertama kali tercatat oleh Persita musim ini dengan meraih kemenangan keenam beruntun, malam ini.

Syaratnya, WCP tetap seperti laga-laga sebelumnya meminta pemainnya respek pada tim lawan besutan I Putu Gede. “Kami sudah mempersiapkan tim ini setelah kita away ke Cilegon dan berharap pemain sudah tahu apa yang mesti harus dikerjakan. Di home kita tidak kepengin lawan ambil poin di sini. Tapi itu tidak mudah karena Babel United juga tim bagus, kita respek juga sama mereka. Jadi dari awal kita mesti kerja keras untuk mengamankan poin di kandang,” ujar mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut. Soal kekuatan tim lawan yang banyak dihuni mantan pemain Persita, WCP tidak ambil pusing. Dilihat dari sisi histori, beberapa pemain pentolan Babel United punya koneksi dengan Persita seperti Rian Miziar, Afriansyah dan Rizky Novriansyah. Sedikit banyak tentu ketiganya bisa memetakan kekuatan Persita.

Namun hal tersebut tidak dianggap menjadi ancaman bagi Persita. “Kalau saya sih berpikiran positif. Saya tidak akan mengingat-ingat yang dulu. Ini ke depan bagaimana pemain harus bekerja. Yang sudah dulu sudah lewat gitu kalau saya sih menatapnya ke depan. Jadi siapapun pemain yang memang masuk di daerah pertahanan kita itu harus kita waspadai. Siapapun itu ya kan tidak terkecuali. Kalau kita mau flashback-flashback bukan zamannya menurut saya. Kita tetap harus menatap positif ke depan,” tambah WCP.

Senada dengan pelatihnya, Chandra Waskito yang belakangan cukup produktif mencetak gol mengaku siap bertempur melawan Aceh Babel United esok hari bersama rekan setimnya. “Teman-teman sudah mempersiapkan fisik dan mental dengan baik. Besok kami akan bekerja keras untuk memperoleh kemenangan,” tutur Kito, sapaan akrab Chandra Waskito. Ditanya soal ambisinya untuk mengejar perolehan gol Sirvi Arvani, Kito tak menjawab banyak. Saat ini, Kito tercatat sudah mencetak 8 gol, terpaut 5 gol dari top skorer Liga 2 Sirvi yang sudah mencetak 13 gol. “Kalau niatan buat top skorer enggak ada. Yang penting saya service Sirvi sama Aldi aja, kalau masalah gol tambahan nanti itu bonus,” ujar pemain bernomor punggung 50 ini.

Sementara di kubu lawan, bek Aceh Babel United Rian Miziar menyatakan kesiapan mencuri poin penuh demi mengamankan posisi mereka menjauh dari zona degradasi. Rian yang pernah membela Persita selama tiga tahun menyatakan misi itu untuk membuktikan bahwa mereka yang pernah membela Persita adalah pemain profesional sejati. “Cara kami mantan pemain Persita menghormati tim ini adalah dengan mengalahkannya. Kami bersemangat untuk membuktikan kemampuan terbaik kami di sini,” tegasnya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here