Home OLAHRAGA Persita vs Aceh Babel United (0-0), Antiklimaks

Persita vs Aceh Babel United (0-0), Antiklimaks

0
SHARE
Pemain Persita Adittia Gigis mendapatkan bola saat terjadi kemelut di depan gawang Aceh Babel United, di menit akhir babak kedua, saat laga di Stadion Utama Sport Center, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (7/10) malam. Dalam laga home terakhir bagi Persita ini, berakhir tanpa gol. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

PERSITA gagal mempertahankan rekor lima kemenangan beruntun pada lanjutan kompetisi Liga 2 wilayah barat pekan ke-21, Senin (7/10) malam WIB. Skuat Pendekar Cisadane ditahan imbang tanpa gol oleh Aceh Babel United pada laga yang disaksikan 8.000 lebih penonton.

“Pemain mengalami anti klimaks, jadi sulit membuat gol. Padahal banyak peluang didapat pemain. Sayang tidak bisa berbuah gol. Hasil ini tetap harus kita syukuri dan jadi evaluasi untuk babak 8 Besar,” ujar Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar usai laga di Stadion Utama Sport Center Kelapa Dua. Persita yang sudah memastikan lolos ke Babak 8 Besar tetap tampil ngotot sejak peluit pertama dibunyikan wasit Tommi Manggopa dari Sulawesi Utara. Aceh Babel United tampil lebih ngotot karena ingin menjauh dari zona degradasi. Efeknya kedua tim menunjukkan permainan yang berimbang dan saling serang.

Di pertengahan babak pertama Aceh Babel United berusaha untuk mengacak-acak lini pertahanan Persita yang dalam beberapa pertandingan sebelumnya terlihat sangat rapi dan kompak lewat permainan sayap lincah Risman Ariyanto Maring. Untungnya duo bek tim Ungu M. Roby dan Novrianto tampil kokoh dan menghalau beberapa kali serangan tim berjulukan Beruang Buas tersebut. Sementara Persita yang mendapat beberapa peluang namun tidak bisa mencetak gol ke gawang Gianluca Pagliuca.

Satu diantaranya didapat di menit 40 saat umpan M. Toha gagal dimaksimalkan Sirvi Arvani menjadi gol. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Babel United terlihat lebih ngotot. Meski begitu, Persita tetap berusaha untuk keluar menyerang. Peluang didapat Persita di menit ke-54 saat sundulan Chandra Waskito masih terlalu lemah dan jatuh dalam pelukan kiper skuat asuhan I Putu Gede.

Di saat injury time 5 menit Persita mendapat dua peluang emas. Satu didapat Kito, sapaan Chandra Waskito dan Diego Banowo. Sayang keduanya masih bisa dihalau pertahanan Aceh Babel United yang digalang Rian Miziar.

Pendekar Cisadane harus puas hanya bisa memetik satu poin dari pertandingan kandang kali ini. Skor tetap 0-0 hingga peluit akhir dibunyikan.

Menanggapi penampilan Amarzukih dkk, Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro (WCP) menyebut tetap bersyukur meski tidak bisa mengamankan poin penuh.

“Pertandingan tadi menurut saya sih sangat bagus. Saling menyerang dan kami tidak ingin bermain seri. Kami ingin menang. Tapi memang Tuhan mengasih ke kita 0-0 jadi patut disyukuri karena kita sudah lima kali pertandingan juga kita menang terus. Mungkin antiklimaks ya di malam hari ini,” ungkap pelatih kelahiran Cilacap 48 tahun lalu tersebut.

WCP menambahkan, dirinya dan jajaran pelatih Persita memang sepakat untuk tidak merotasi pemain di pertandingan kali ini dan menurunkan The Winning Team saat mengalahkan Cilegon United. “Kenapa saya tidak merotasi pemain karena irama dan situasi yang sudah berkembang baik di lima pertandingan. Saya tidak mau mengubah taktis karena saya takutnya malah di luar skema.”

Soal permainan yang kurang sempurna malam ini, menurut pengamatan WCP karena pemain mengalami antiklimaks. Tapi tetap, ia bangga dengan semangat juang anak didiknya di lapangan yang tak mau menganggap remeh lawan. “Pemain tetap main menyerang tapi peluang-peluang yang ada tidak terjadi gol, ini mungkin anti klimak,” beber WCP. Kito, sapaan gelandang Persita Chandra Waskito usai laga menyatakan laga kemarin malam dinaungi ketidakberuntungan timnya untuk meraih kemenangan. Persita dinilai kurang beruntung karena gagal membuat gol meski memiliki beberapa peluang. “Kami dari awal juga berharapnya bisa meraih kemenangan di kandang. Tapi
pertandingan tidak sesuai dengan harapan kita. Tapi ya enggak apa-apa nanti kita Insya Allah kita curi poin di Bandung (menghadapi Blitar Bandung United FC),” ungkap Kito.

Di kubu Aceh Babel United I Putu Gede Arsitek Tim mengaku bersyukur atas raihan ini. Dia menilai anak asuhnya bermain baik. “Hari ini (kemarin) bukan masalah satu poinnya. Tapi para pemain dapat berkembang kita harus syukuri itu. Satu lagi yang lebih penting pertandingan ini menjadi pengalaman buat kami, tim ini bisa berkembang,” ujarnya. Aceh Babel United menjadi tim keempat setelah Perserang, Cilegon United dan Blitar Bandung United yang mampu mencuri 1 poin di markas Persita. Meski demikian hasil ini tak membuat posisi Persita di babak 8 besar tergusur. Bagi Aceh Babel United tambahan 1 poin ini membuatnya semakin jauh dari jurang degradasi dan dipastikan akan kembali berlaga di Liga 2 musim depan. Saat ini tim besutan I Putu Gede berada di peringkat 8 dengan raihan 27 poin dan tak akan dapat dikejar oleh tim yang berada di zona degradasi. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here