Home TANGERANG HUB Kader PMI Mengundurkan Diri

Kader PMI Mengundurkan Diri

0
SHARE
Kader PMI Mengundurkan Diri
MUNDUR: Ketua PMI Kecamatan Pinang Mumu Rojimu resmi mengundurkan diri dari PMI. FOTO: Istimewa

TANGERANG – Sejumlah kader Palang Merah Indonesia (PMI) mengundurkan diri pasca musyawarah kota (Muskot) yang digelar pekan kemarin.

Salah satunya Ketua PMI Kecamatan Pinang, Mumu Rohimu. Surat pengunduran diri Mumu sudah dilayangkan ke PMI Kota Tangerang belum lama ini.

“Selamat ulang tahun PMI ke-75, semoga prinsip kemanusiaan tetap melakat pada tubuh PMI, terkhusus di PMI Kota Tangerang. Menjelang hari yang bahagia untuk PMI saya izin pamit,”ujar Mumu yang dikonfirmasi Tangerang Ekspres, Rabu (16/9).

Ia menuding PMI Kota Tangerang sudah diselundupi kepentingan politik praktis. Hal itu terlihat dari Muskot ke-IV yang diselenggarakan di Markas PMI Provinsi Banten.

Menurut Mumu, pengunduran diri yang dilakukannya sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang melakat pada PMI itu sendiri.

“Saya sayang terhadap PMI, tapi melihat kondisi PMI saat ini yang dimasuki ranah politik praktis membuat saya merasa sudah tidak nyaman lagi untuk mengabdikan diri di PMI,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, PMI harus menjadi organisasi kemanusiaan, bukan menjadi sebuah transportasi politik untuk kepentingan.

“Saya khawatir, PMI kedepan hanya akan dijadikan motor politik terhadap kepentingan Pilkada mendatang. Saya tidak mau PMI masuk dalam pusaran politik praktis,”paparnya.

Pria yang kerap disapa Jaro ini juga menuturkan, bahwa dirinya mundur tidak ada paksaan dari siapapun.

“Saya Lillahi Ta’ala, ikhlas. Saya ucapkan banyak terimakasih kepada PMI. Sekali lagi, saya izin pamit,”katanya.

Hal senada juga disampaikan Rahmat, Ketua PMI Kecamatan Periuk. Dirinya siap mundur dari PMI karena melihat kondisi PMI saat ini banyak muatan politis yang bisa merusak PMI sebagai organisasi kemanusiaan.

“Dengan kondisi seperti ini, saya yakin sudah tidak ada kenyamanan, sinergitas dan keharmonisan. Untuk itu, saya mundur karena tidak ingin menjadi sebagai alat politik,”tutupnya.

Selain dua kader yang sudah resmi menyatakan mundur, kabarnya masih ada 7 pengurus kecamatan lagi yang siap meninggalkan organisasi tersebut. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here