Home BISNIS Galeri 37 Jualan ke Jepang

Galeri 37 Jualan ke Jepang

0
SHARE

TANGSEL-Bisnis Craft merupakan bisnis yang tak ada matinya. Bisnis ini pun kian berkembang pesat di Indonesia. Hal ini yang pula yang menjadi dasar terbentuknya Galeri 37 di Kota Tangerang Selatan. Tak tanggung-tanggung, pasarnya pun meroket hingga ke Jepang dan Abudabi.

“Berawal dari suka menjahit dulu bed cover dan speri kemudian lukisan decoupages. Pertama buat sendiri iseng-iseng dan banyak suka yang  hingga akhirnya dikembangkan. Semau bahan kami mengunakan bahan recycle dan untuk bahan kulit asli dari sapi yang di datangkan langsun dari magentan, terang Ketua Galeri 37 Tangerang Selatan,Selasa (18/10).

Produksi Galeri 37 seperti tas, mukena, tas kulit, tas bamboo, tas lontar, tas burlap atau karung goni, tudung saji, craft gelang, kipas, gantungan kunci dan membuat beda disini decoupagesnya. “Kami  mengkreasikan benda menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi. Peminat pun cukup banyak di seluruh  Indonesia bahkan samapai luar negri seperti Azerbaijan, Jepang, Bulgaria dan Abudabi,” kata Nuning.

Bermodal Rp 350 ribu pada 2015 lalu, kini  omset per tiga bulan mencapai Rp 160 juta. Untuk menyiasati pesaing, Galeri 37 lebih mengutamakan kualitas produk dan berkarya menciptakan produk baru. Berkat kerja kerasnya, Galeri 37 sudah mempunyai pelanggan tetap dari negara Jepang dan Abudabi. “Sudah setahun lebih, Jepang dan Abudabi rutin memesan kipas dan cerimin setiap tiga bulan sekali. Cermin yang kami ekspor sduagh dipercantik dengan daun enceng gondong dan kipas yang dibuat juga memiliki kualitas baik,” kata Nuning.

Minimal untuk sekali ekspor Galeri 37 mengirim cermin sebanyak 100 pcs dan kipas 500 pcs. Harga cermin dibandrol harga Rp 400 ribu hingga Rp 4 juta per buah, sedangkan harga kipas sendiri seharga Rp 20 ribu. “Kami tidak menggunakan medisa sosial untuk media promosi, tetapi banyak pembeli yang tahu dari mulut ke mulut. Kadang si, pembeli memposting produk kami jadi secara eengga langsung mereka membantu memperkenalkan produk kami. Untuk mempercantik karya, kami juga mengaplikasikan  dengan teknik seperti painting  untuk mempercantik penampilan dan biasanya untuk mengenalkan produk melalui bazar dan pameran,” imbuh Nuning. (mg-7)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here