Home OLAHRAGA Venue Sepakbola Disoal

Venue Sepakbola Disoal

0
SHARE

DUAPULUH venue dari 19 cabor yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) IX Banten, 4-11 Mei 2018 hampir sebagian besar dinilai sangat layak digunakan pada multi even olahraga pelajar Banten tersebut. Para peserta yang mengunjungi venue pelaksanaan Popda, Kamis (8/3) sore hanya menyoal satu venue cabor saja yakni sepakbola.

Peserta yang mengunjungi Stadion Mini Solear dan Lapangan Denarhanud 003 Cikupa menilai dua venue ini kurang layak dalam hal masalah penginapan atlet. Oleh karenanya sebagian besar peserta meminta lapangan pertandingan sepakbola di pindah tempat yang lebih ramai dan dekat dengan pemukiman.

Kabid Olahraga Dispora Kota Tangerang Agus Prasetyo menilai suasana Stadion Mini Solear yang jauh dari pemukiman dikhawatirkan akan membuat mental dan semangat bertanding pemain yang kebanyakan pemain muda tidak berkembang.

“Apalagi penginapan yang ada disana adalah perumahan yang belum siap menampung pemain, kami khawatir suasana ini mempengaruhi permainan pemain. Demikian juga di lapangan Denarhanud Rudal di Cikupa, fasilitas mandi dan ganti pakaian yang tidak ada kami yakin menjadi kendala buat pemain,” ungkap Agus.

Hal tersebut diamini oleh H. Babay Karnawi Kabid Olahraga Dispora Kabupaten Serang yang melihat agar semangat kompetisi tumbuh, panitia diminta untuk mencari alternatif venue selain dua venue yang ada saat ini.

“Saya lihat di Kabupaten Tangerang masih ada lapangan yang kondisinya jauh lebih baik, seperti Lapangan UPH (Universitas Pelita Harapan, red), SPH (Sekolah Pelita Harapan, red) di Lippo atau Swiss-German University di Cisauk. Saya yakin lapangan bisa digunakan, karena Perserang pernah menyewa disana,” ucap pria yang juga CEO Perserang Kabupaten Serang itu.

Babay menilai tiga lapangan tersebut bisa digunakan, apalagi diyakininya apabila Pemkab Tangerang yang meminta izin pasti akan mudah didapat izin penggunaannya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here