Home TANGERANG HUB 10 Tahun Kota Tangsel, Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Kemiskinan Rendah

10 Tahun Kota Tangsel, Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Kemiskinan Rendah

1
SHARE
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (enam dari kiri) bersama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany (tujuh dari kiri) usai mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Kota Tangsel dalam rangka HUT ke-10 Kota Tangsel, Senin (26/10). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SETU – Kemarin Kota Tangsel genap berusia 10 tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, DPRD menggelar rapat paripurna istimewa memperingati hari jadi ke-10 Kota Tangsel. Bedanya, kali ini rapat paripurna istimewa itu diselenggarakan di gedung baru, yakni di Jalan Puspiptek Raya, Setu. Selama satu dekade ini, Kota Tangsel bisa mempertahankan ekonominya dan menjaga tingkat kemiskinan pada posisi terendah nasional.

Untuk laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kota Tangsel 7,43 persen. Angka ini tertinggi di Banten, dan melebihi LPE nasional yang hanya di angka 5,27 persen. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, 26 November 2018 Kota Tangsel tepat berusia sepuluh tahun. Usia disimbolikkan dengan angka-angka yang setiap tahun akan terus bertambah.

“Seiring bertambahnya usia, saya berharap Tangsel semakin baik, perekonomiannya semakin meningkat, warganya semakin sejahtera, kehidupan sosialnya semakin kondusif dan lingkungannya semakin asri,” ujarnya.

Airin menambahkan, momen pembentukan Kota Tangsel adalah titik awal dari sebuah proses untuk menuju apa yang diharapkan oleh segenap masyarakat. Salah satu modal terpenting yang dimiliki oleh para pencetus, pemrakarsa dan para pendiri adalah semangat dan optimisme.

“Saat ini kita berada dalam era di mana dinamika dan perubahan adalah sebuah fenomena yang kita hadapi setiap saat. Jika kita tidak menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya, dan jika tidak ada kerjasama yang baik diantara seluruh elemen yang ada, maka kita akan mengalami kesulitan dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, tahun 2018 banyak pencapaian dalam bentuk penghargaan yang berhasil diraih dalam beberapa kategori. Seperti penghargaan pemerintah kota dengan organisasi perangkat daerah terbaik bidang koperasi dan UMKM dari kementerian Koperasi dan UMKM, Kota Layak Anak terbaik untuk kategori madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kemudian penghargaan Karya Dharma Bhakti dari Kementerian Hukum dan HAM serta penghargaan Natamukti Nindya dari Kementerian UMKM.

Berikutnya adalah pencapaian dalam konteks indikator makro, selama satu tahun terdapat peningkatan atau pertumbuhan positif. Yakni Indeks Pembangunan Manusia atau IPM mencapai 80,84, yang merupakan angka paling tinggi di Provinsi Banten. Laju Pertumbuhan Ekonomi atau LPE juga terjaga di atas rata-rata provinsi dan nasional, yaitu mencapai 7,43 persen di tahun 2017.

Juga PDRB per kapita mencapai Rp 41,53 juta, tingkat pengangguran sebesar 6,8 persen dan tingkat kemiskinan terjaga di bawah 2 persen, yaitu sebesar 1,76 persen di tahun 2017, dan merupakan tingkat kemiskinan terendah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Hal lain yang terus kita upayakan untuk meningkat adalah besaran APBD. Pada 2018, besaran APBD berada pada angka Rp3,57 triliun. Untuk rencana 2019 yang sedang dalam proses pembahasan, angka tersebut akan diupayakan meningkat menjadi Rp3,61 triliun,” jelasnya.

“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjuk dan ridho-Nya kepada kita semua sehingga Kota Tangerang Selatan menjadi kota dan masyarakat yang cerdas, moderen dan religius,” ujarnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here