Home TANGERANG HUB Masuki Musim Hujan, Warga Diimbau Waspadai DBD

Masuki Musim Hujan, Warga Diimbau Waspadai DBD

0
SHARE
PANTAU: Seorang pelajar yang telah diberikan pembekalan oleh Puskesmas Tigaraksa, Kabupaten Tangerang memantau bak mandi yang terindikasi tempat berkembang biang nyamuk. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau untuk mewaspadai kemungkinan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, pertumbuhan nyamuk akan semakin tinggi pada saat musim penghujan.

Kepala Puskesmas Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, drg. Eko Hartati meminta, masyarakat harus tetap mewaspadai adanya kemungkinan kenaikan kasus DBD akibat pertumbuhan nyamuk, terlebih pada awal masuknya musim penghujan ini.

Cara efektif yang bisa dilakukan adalah dengan menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), di mana cara itu dapat memutus rantai perkembangan nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan penyakit DBD.

“Saya harapkan satu bulan setelah hujan pertama kali harus dilakukan pembersihan sarang nyamuk secara serentak. Itu hal yang sangat bagus menekan pertumbuhan nyamuk ini,” kata drg. Eko, kemarin

Ia juga mengimbau, jika sudah muncul tanda-tanda penyakit DBD ini, maka segera untuk memeriksakannya ke fasilitas kesehatan terdekat. Gejala yang muncul, lanjutnya, seperti demam tinggi, mual, muntah, hingga sakit kepala yang parah.

“Keberhasilan penanganan tergantung kepada kecepatan penanganan,” ujar drg. Eko, warga asli Desa Merak, Kecamatan Sukamulya ini.

Anak sekolah, katanya, rentan akan terserang penyakit DBD. Mereka yang rentan berkisar dari umur delapan hingga 17 tahun.

Nyamuk banyak beraktivitas pada saat jam-jam anak sekolah juga melakukan aktivitas. Sehingga, mereka sangat rentan akan terserang DBD, terlebih bagi daya tahan tubuhnya yang lemah.

“Kenapa sebarannya di usia itu (usia anak sekolah), karena sewaktu dia (nyamuk) aktif, ada anak (sekolah) di situ,” kata drg. Eko.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh sekolah maupun masyarakat untuk melakukan pengecekan dan pembersihan terhadap tempat penampungan air yang ada. Sebab, tempat tersebut sering dijadikan sebagai tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Barang-barang bekas dan sebagainya juga harus dicek ulang, juga talang air supaya tidak menjadi perindukan nyamuk,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihak Puskesmas Tigaraksa rutin memberikan penyuluhan kepada kader Posyandu maupun pelajar untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Meski sederhana, drg. Eko meyakini cara ini begitu ampuh mencegah pertumbuhan nyamuk. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here