Home BISNIS Korban PHK akan Dapat Tunjangan

Korban PHK akan Dapat Tunjangan

0
SHARE
DEMO PEKERJA: Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan tunjangan senilai Rp14 juta/orang kepada para pekerja yang terkena PHK. Pemberian tunjungan ini melalui skemas Unemployment Benefit (UB) dan Skill Development Fund (SDF). FOTO: Ilustrasi

JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan tunjangan senilai Rp14 juta/orang kepada para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja pada tahun ini. Tunjangan itu akan diberikan melalui skema Unemployment Benefit (UB) dan Skill Development Fund (SDF) kepada 20.000 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Demikian dikatakan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam Rakornas Kementerian Ketenagakerjaan seperti dilansir bisnis.com, kemarin. Program UB merupakan tunjangan yang diberikan bagi korban PHK untuk pemenuhan biaya hidup, asalkan pekerja tersebut melakukan peningkatan kemampuan dan mencari kerja kembali.

Adapun, program SDF ditujukan untuk membantu mengatasi kekhawatiran angkatan kerja karena kekurangan keahlian. Hal ini dilakukan agar seseorang yang telah di-PHK dapat segera pindah atau mencari pekerjaan baru. Peserta SDF akan diberikan retraining dan reskilling melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimiliki pemerintah maupun swasta.

“Tahun ini, kami ada anggaran untuk 20.000 [pekerja] secara substansi. Di dalamnya ada tunjangan untuk korban PHK dan pendanaan untuk pelatihan yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan. Tunjangan ini hanya diberikan dalam kurun 6 bulan hingga 1 tahun,” ujarnya.

Meski besaran tunjangan masih dikaji, lanjutnya, ke depannya tak menutup kemungkinan nilainya dinaikkan sehingga orang yang terkena PHK tak perlu takut.

“Program ini memang [masih] uji coba dan nanti akan diluncurkan bersama BPJS Ketenagakerjaan karena dari sisi anggarannya sudah ada dari dana operasional. Tentunya, [pekerja penerima tunjangan] harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Hanif.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia Harijanto menyambut baik recana Kemenaker. Pasalnya, para pengusaha tak perlu lagi direpotkan dengan persoalan pembayaran pesangon. Namun, dia mengkritisi bahwa jumlah korban PHK di Indonesia mencapai lebih dari 20.000 orang per tahun.

Bagaimanapun, dia menilai program UB dan SDF akan menjadi pemikat investasi asing. Selama ini, investor asing takut masuk ke Tanah Air karena harus membayar pesangon yang mahal.

“Namun, mesti dilihat mekanisme pemberian tunjangannya. Kalau [korban PHK] mencari sendiri BLK tentunya akan habis tunjangannya itu,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah juga perlu memperjelas mekanisme pelatihan yang diberikan bagi korban PHK dan menyiapkan BLK yang memiliki kualitas bagus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here