Home OLAHRAGA 0 Persita vs Persela (0-2), Adaptasi Jadi Penentu

0 Persita vs Persela (0-2), Adaptasi Jadi Penentu

0
SHARE
KOKOH: Bek Persita M. Roby mampu bekerjasama dengan Rio Ramandika saat menghadapi Persela di laga pembuka Grup E Piala Presiden. FOTO: Persita Media for Tangerang Ekspres

PERSITA Tangerang gagal mewujudkan target bisa mencuri poin pada laga pembuka Babak Penyisihan Grup E Piala Presiden 2019, Senin (4/3) sore di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pendekar Cisadane harus mengakui keunggulan tim Persela Lamongan dengan skor akhir 2-0.

Dua gol Laskar Joko Tingkir tercipta di babak kedua. Gol pertama dibukukan oleh Malik Risaldi di menit ke-62 sementara gol kedua dicetak pemain asal Jepang Kei Hirose di menit-78.

Pada pertandingan kemarin Persita mampu memberi perlawanan di babak pertama dan mendapatkan beberapa peluang yang membahayakan gawang Dwi Kuswanto. Perlawanan Egi Melgiansyah dkk membuat jalannya pertandingan di babak pertama berjalan cukup imbang dan seru.

“Kami mengapresiasi pemain kami, meskipun kalah. Siapa yang tidak kecewa, pemain juga kecewa. Tapi tetap apresiasi, di mana tadi ada beberapa peluang yang tercipta dan pemain sudah berusaha keras. Kekalahan ini jadi bahan evaluasi buat kami, karena sejatinya tujuan kami disini adalah mempersiapkan tim ini untuk Liga 2,” ujar Widodo Cahyono Putro (WCP) Pelatih Persita usai pertandingan.

Diakui WCP salah satu penyebab tim besutannya takluk dari Persela yang diarsiteki Aji Santoso adalah soal adaptasi pemain lantaran sempitnya waktu persiapan. Persiapan Persita sendiri jelang pertandingan perdana ini memang cukup singkat.

Ditambah lagi banyak pemain baru yang baru bergabung dengan tim Pendekar Cisadane ini. Karena itu, tim masih memerlukan waktu untuk adaptasi. Dan hal inilah yang dinilai menjadi faktor tak optimalnya kinerja pemain di lapangan.

“Seperti Anas (Fitrianto, kiper) sudah bergabung dua minggu bersama kita, jadi keterikatan dalam taktikal dan positioning dengan pemain belakang. Mereka sudah saling mengetahui.

Syaiful (Syamsudin, kiper) baru minggu kemarin (bergabung), baru lima hari. Yang jelas ini adalah pelajaran yang bagus buat kami sebelum menjelang Liga 2. Saya harapkan pemain bekerja keras untuk memperbaiki baik secara individu atau tim. Kami juga terus memperbaiki dalam latihan-latihan,” tambah WCP.

Hal senada juga dikemukakan Kapten Persita Egi Melgiansyah yang menyatakan kecewa akan hasil yang diraih ia dan rekan-rekannya. Namun, mantan kapten timnas U-23 itu tak mau berlarut dalam kekalahan.

“Kita latihan baru seminggu dan Coach (Widodo) juga baru bergabung. Kita latihan belum secara fisik juga karena baru latihan seminggu. Ada banyak pemain baru yang bergabung. Intinya sih kita kecewa, tapi kita bisa mendapatkan beberapa peluang dan ke depannya harus diperbaiki lagi, setelah coach bergabung lagi.” kata Egi.

Selain adaptasi, WCP melanjutkan kemampuan lini depan menjadi salah satu PR (pekerjaan rumah) utama tim Persita di pertandingan selanjutnya kontra Barito Putera, 9 Maret nanti. Karena kemungkinan tim Ungu masih tidak diperkuat Aldi Al-Achya dan Qischil Gandrum Minny yang masih menjalani cuti.

“Daya dobrak lini depan agak kurang, tapi tadi ada beberapa peluang yang harus terjadi gol tapi tidak terjadi gol. Menurut saya inilah kualitas kami yang dipersiapkan untuk Liga 2 dan tentu perbaikan-perbaikan dalam kesalahan-kesalahan ini akan kami lakukan,” ungkap Widodo.

“Untuk pertandingan selanjutnya kami akan berusaha lebih baik lagi,” tutup Widodo. (apw/rpm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here