Home NASIONAL Program Sertifikasi Pendidikan Profesi Guru, Harus Bayar hingga Rp 9,5 Juta/Semester

Program Sertifikasi Pendidikan Profesi Guru, Harus Bayar hingga Rp 9,5 Juta/Semester

0
SHARE
Ribuan mahasiswa baru Untirta Serang, mengikuti kegiatan pengenalan kampus. Sarjana ilmu pendidikan wajib mengikuti program sertifikasi pendidikan profesi guru. FOTO: Doni Kurniawan/Banten Raya

Peminat program sertifikasi atau pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan mandiri diperkirakan membludak. Besaran biaya berkisar Rp 7,5 juta sampai Rp 9,5 juta per semester, tidak mengurangi minat pendaftar. Pasalnya sarjana lulusan pendidikan cukup besar.

Prediksi tingginya peminat PPG prajabatan berbayar itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammar Ramli Rahim.

’’Seharusnya memang seperti ini. Pendidikan profesi tidak dibiayai negara, tetapi dibayar secara mandiri,’’ katanya saat diwawancara kemarin (6/10).

Ramli menuturkan sasaran peserta PPG prajabatan mandiri itu adalah para sarjana. Program tersebut menurut Ramli masih dianggap bagian dari perkuliahan. Sehingga biaya untuk mengikuti program tersebut bakal ditanggung oleh orang tua masing-masing. Jadi meskipun belum bekerja menjadi guru, pendaftar PPG mandiri diperkirakan tetap banyak.

Menurut Ramli profesi guru memang sudah waktunya disamakan dengan profesi lainnya. Seperti dokter, advokat, notaris, dan lainnya. Para sarjana belum bisa bekerja sesuai profesi itu, jika belum mengambil pendidikan profesi. ’’Contohnya dokter belum bisa praktik hanya dari ijazah kedokteran. Harus mengambil profesi kedokteran dulu,’’ tuturnya.

Nah untuk profesi guru Ramli berharap pemerintah maupun pengelola yayasan pendidikan tidak sembarangan merekrut guru. Calon guru yang direkrut harus sudah memiliki sertifikat profesi guru. Namun dia meminta perlu waktu satu atau dua tahun lagi untuk menerapkan sistem ini.

Sementara itu Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan bagi masyarakat tidak mampu tetap bisa mengambil program PPG prajabatan mandiri. ’’Bagi yang tidak mampu dan memenuhi syarat, bisa dibiayai dari KIP kuliah,’’ katanya.

Dia menjelaskan Kemenristekdikti tugasnya menjadi pegawas dan regulator saja. Nantinya program PPG prajabatan mandiri dilakukan sepenuhnya di kampus Lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

Pada tahap awal pendaftaran dibuka bulan depan. Total ada 63 unit kampus LPTK yang mendapatkan kuota PPG prajabatan mandiri. Total kuota yang disiapkan adalah 12.225 kursi.
Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Paristiyani Nurwardani menuturkan idealnya program PPG prajabatan mandiri dilaksanakan secara berasrama. Namun secara teknis diserahkan ke masing-masing LPTK. Dia menegaskan sistem seleksi penerimaan PPG prajabatan mandiri dilakukan secara nasional. Kemudian proses pendidikan selama dua semester dipayakan tanpa diselingi libur panjang layaknya perkuliahan pada umumnya. (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here