Home TANGERANG HUB Pajak Nunggak, Motor Ditilang

Pajak Nunggak, Motor Ditilang

0
SHARE
PAJAK: Kepala Seksi Penerimaan Penagihan Pada UPT Samsat Ciputat Firdaus memeriksa surat-surat saat razia pajak kendaraan di Jalan Boulevard Bintaro, Pondok Aren, Selasa (18/2). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

PONDOK AREN-Sebanyak 97 pengendara sepeda motor dan mobil mendapat tindakan tegas dari petugas UPT Samsat Ciputat, Selasa (18/2). Ini dilakukan saat menggelar razia di Jalan Boulevard Bintaro 97. Sebanyak 97 kendaraan itu terbukti telat membayar pajak.

Selain 97 kendaraan telat bayar pajak, dalam operasi gabungan tersebut lima kendaraan juga ditilang oleh polisi karena pengendaranya tidak memiliki kelengkapan surat-surat maupun kelengkapan kendaraan.

Kepala Seksi Penerimaan Penagihan Pada UPT Samsat Ciputat Firdaus mengatakan, 97 pengendara tersebut beri tindakan dengan dengan mengambil lembaran SKPD tahunan. “Pengendara yang telat bayar pajak kendaraan kita suruh buat surat kesanggupan bayar,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (18/2).

Firdaus menambahkan, pengendara yang ditindak rata-rata telat bayar pajak kendaraan dari satu sampai lima tahun atau rara-rata per tahun sekitar Rp 200 ribu sampai jutaan rupiah. Menurutnya, pengendara yang ditindak bisa membayar pajak ditempat karena disiapkan mobil samsat keliling di lokasi.

Selain bayar di tempat, pengendara yang belum bayar pajak juga bisa bayar pajak di kantor UPT Samsat Ciputat, gerai samsat dan kantor samsat se-Tangerang Raya. “Razia ini kita lakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya bayar pajak tepat waktu,” tambahnya.

Menurutnya, operasi yang rutin dilaksanakan dirasa efektif karena banyak masyarakat yang belum bayar pajak terjaring razia, lalu diimbau dan tidak lama kemudian pajak kendaraannya dibayar. Tahun ini, UPT Samsat Ciputat diberi target pajak kendaraan dan bea balik lama sebesar Rp987,8 miliar.

“Target tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 828,7 miliar namun, kita mendapat Rp 833,7 miliar atau 100,6 persen.

Firdaus menjelaskan, ada beberapa alasan yang membuat tunggakan pajak bersar, seperti kendaraan telah ditarik leasing, sudah dijual, alamat tidak jelas atau sudah pindah. Namun, pihaknya tidak patah semangat untuk menagih dan melakukan beberapa cara agar penunggak pajak kendaraan mau bayar.

“Selain melakukan razia kendaraan bersama polisi kita juga melakukan penagihan door to door dan sebagainya,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here