Home TANGERANG HUB Warga Sodong Village Patungan Bangun Jalan

Warga Sodong Village Patungan Bangun Jalan

0
SHARE
GOTONG ROYONG: Warga Perumahan Sodong Village gotong royong membangun jalan yang sudah rusak dan belum diperbaiki sejak 2011, Minggu (23/2). FOTO: Warga Sodong Village for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA–Warga Sodong Village, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, terpaksa harus patungan dalam memperbaiki fasilitas jalan di perumahan yang merupakan fasos-fasum. Mereka bardalih belum adanya tanggung jawab dari pengembang memaksa patungan membangun jalan, Minggu (23/2).

Ketua RW 06 Perumahan Sodong Village, Roni mengatakan, kondisi jalan sulit dilalui apabila sudah terkena hujan. Ia menrangkan, pembangunan jalan perumahan merupakan inisiatif warga untuk patungan membeli pasir, batu, tanah dan aspalt bekas.

Ia mengatakan, gotong royong pertama dilakukan pada 2019 lalu dengan memanfaatkan ceceran bekas pembetonan jalan toll Tangerang-Merak. Menurutnya, sudah berkirim surat ke pemerintah desa maupun kecamatan untuk menanyakan status lahan fasos-fasum.

“Pengembang sudah tidak pernah kita dengar lagi keberadaannya sejak 2011 dan saat itu kondisi jalan sudah rusak hampir 50 persennya. Kita juga sudah berkirim surat ke pemerintah dan belum adanya kejelasan memaksa kami inisatif patungan,” ujarnya.

Ia menegaskan, iuran dikoordinir oleh RT setempat dan dikumpulkan di bendahara RW dan perkembangannya diumumkan setiap Jumat. Tidak ada besaran yang ditetapkan untuk setiap rumah atau kepala keluarga untuk pembangunan jalan.

“Tidak ada kami memaksa warga, ini patungan sukarela saja antar warga. Ada yang Rp25 ribu ada juga yang Rp5 ribu, kita tampung semuanya. Toh, ini untuk kebaikan bersama jadi kita tidak memaksakan,” tegasnya di lokasi.

Roni mengungkapkan, pembangunan jalan perumahan secara bergotong royong dimana kebutuhan makan dan minum pekerja ditanggung bersama-sama. Adapun jalan yang dibangun yakni, dari arah gerbang perumahan sekira mencapai 200 meter.

“Kita gunakan peralatan seadanya dan logistik pekerja kita jadwalkan disuplai dari RT berapa. Yang terpenting bagi kita jalan dapat nyaman digunakan. Bagaimanapun, ini rumah kita bersama dan kita buat nyaman bersama. Mudah-mudahan ada perhatian dari pengembang dan pemerintah,” ujarnya.

Roni mengungkapkan, sudah bertemu dengan pengembang dan pemerintah mengenai kejelasan fasos-fasum di Perumahan Sodong Village. Namun, belum ada tindak lanjut dari rencana aksi yang sudah disepakati antara pemerintah desa dan kecamtan dengan pengembang.

“Waktu itu, pemerintah berdalih tidak bisa memberikan bantuan karena jalan dan fasilitas lain belum diberikan pengembang. Hasilnya, sudah disepakati akan diberikan fasos-fasum kepada pemerintah daerah. Namun, sampai sekarang kami belum ada kabar baik jadi kami terpaksa membangun jalan ini dengan patungan,” tutupnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here