Home TANGERANG HUB Mensos Salurkan Paket Sembako di Ciater

Mensos Salurkan Paket Sembako di Ciater

0
SHARE
TURUN LANGSUNG: Menteri Sosial Juliari P Batubara (tengah) didampingi Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie turun langsung ke Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Rabu (13/5) untuk membagikan sembako kepada warga terdampak Covid-19. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Menteri Sosial Juliari P. Batubara, turun langsung membagikan bantuan sosial (bansos) Presiden kepada masyasakat di Kampung Ciater Barat RT 5/2, Ciater, Serpong, Rabu (13/5).

Juliari membagikan paket sembako didampingi Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Sambil membagikat paket sembako ia berbincang dengan warga. Kedatangan Juliari bersamaan dengan ramainya isu data penerima bansos yang tidak tepat sasaran.

Diketahui, data penerima bansos di Kota Tangsel masih ada yang kembar, menyasar tak tepat sasaran, hingga ada warga terdampak yang tidak ikut terdata.

Seusai membagikan paket sembako, Juliari mengatakan, bila ada masyarajat yang berdampak tidak dapat bantuan saat ini, RT/RW harus tetap mendata dan bila ada bantuan lagi harus dapat. “Paket bantuan yang kita berikan ini berisi beras, mi instan, minyak goreng, kornet dan sarden,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/5).

Ia menambahkan, satu paket sembako nilainya Rp 300 ribu dan tiap warga akan mendapat dua kali bantuan selama satu bulan dengan totap Rp 600 ribu tiap bulan. Bulan kedua masyarakat juga akan mendapat dua kali bantuan, dengan masing-masing tahap juga Rp 300 ribu.

“Bantuan bulan ketiga atau tahap 5 dan 6 bantuannya bukan lagi paket sembako, tapi 25 kg beras dari Bulog,” tambahnya.

Menurutnya, sebelum lebaran bantuan paket sembako tahap dua juga akan disalurkan. Di Kota Tangsel Kementerian Sosial memberikan lebih dari 73.000 paket sembako kepada untuk masyarakat selama pandemi Covid-19.

“Penyaluran paket sembako baru tiga hari dan sudah capai 50 persen pembagian di Kota Tangsel,” ungkapnya.

Juliari menuturkan, bila ada data penerima bantuan yang ganda agar dibenarnya ditingkat bawah. Menurutnya, data kalau sempurna tidak mungkin karena waktunya cepat, dan data-data yang ada di Kemensos itu berasal dari daerah.

“Nama-nama ini diusulkan daerah dan ditetapkan Kemensos, by name by addres. Peemda yang paling tau mana warga berdampak, kalau datanya ganda maka berikutnya harus diperbaiki,” ungkapnya.

Pria berasal dari Sumatera Utara ini menuturkan, isi tiap paket sembako kemungkinan bisa berbeda namun, nilainya tetap Rp 300 ribu. Sedangkan yang wajib ada ditiap paket adalah minyak dan beras.

Sementara itu, di Kabupaten Tangerang bantuan dari presiden berbeda dari Kota Tangsel. Bantuan bukan dalam bentuk paket sembako tapi, bantuan sosial bentuk uang tunai dengan nilainya tetap Rp 600 ribu tiap bulan.

“Pesan presiden, yang dapat sembako ini daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta, yakni Kota Tqngsel, Kota Tangerang, Kota Depok, Kota Bekasi dan sebagian Kota Bogor,” ungkapnya.

Mementara itu, warga yang menerima bantuan paket sembakodari Mensos adalah Basar (51). Mensos langsung memberikan paket sembako bansos presiden itu kepada Basar.

Basar mengaku senang dengan bantuan yang diberikan Menteri Sosial. “Terimakasih pak menteri audah memberi bantuan kepada saya,” singkatnya.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, bansos program reguler yang diterima Pemkot Tangsel sebanyak 13.545. Sedangkan data yang ada di daftar terpadu kesejahteraan sosial (DKTS)
22.258 .

“Kemudian kita usulkan tambahan ke Kemensos 20.410, jadi totalnya 76.122. Pemkot juga mengusulkan bantuan ke Provinsi Banten 20.947 melalui APBD Provinsi dan bantuan yang dislurkan ini diluar yang diusulkan ke Kemensos,” singkanya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here