Home TANGERANG HUB Ditemukan Hewan Kurban Belum Cukup Umur

Ditemukan Hewan Kurban Belum Cukup Umur

0
SHARE
Ditemukan Hewan Kurban Belum Cukup Umur
PEMERIKSAAN: Dokter hewan dari DPKP Kabupaten Tangerang memeriksa kelengkapan dokumen hewan kurban yang dipasok dari Garut, Jawa Barat yang dijual di Kecamatan Curug, Selasa (21/7). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

CURUG – Dokter kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, melakukan pemeriksaan kesehatan kepada kambing, sapi dan domba yang dijual di lapak di Kecamatan Curug, Selasa (21/7). Hasilnya, ditemukan hewan kurban yang dijual terlalu muda serta tidak adanya penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, di tempat penjualan hewan.

Hustri Windayani, Kepala BidangĀ  Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan berkaitan kelayakan hewan kurban selain kesehatan dan umur harus sesuai syarat yang ditentukan. Ia menerangkan, untuk kategori umur hewan, ditandai dengan dua atau satu gigi seri yang telah tanggal.

“Kalau kita lihat tadi, ada beberapa yang masih hewan kurban yang gigi serinya belum tanggal. Kalau perihal ini kita kembalikan kepada yang hendak berkurban. Karena itu berkaitan langsung dengan daya beli atau harga hewan kurbannya. Tugas kami memeriksa kelayakan dari sisi kesehatan hewan kurban. Hasil inspeksi kali ini semua hewan sehat dan layak dijual serta dijadikan kurban,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres usai melakukan inspeksi di tiga lapak penjualan hewan kurban di Kecamatan Curug, Selasa (21/7).

Menurut Hustri, perihal temuan tidak menggunakan masker penjual dan pembeli, dokter kesehatan hewan memberikan edukasi kepada pedagang tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat penjualan.

Ia menjelaskan, pedagang hewan diharuskan menggunakan masker, tersedia tempat jucu tangan di tempat penjualan serta bagi pembeli wajib menggunakan masker.

“Kita imbau untuk menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Sebagai stimulus kita dari pemkab membagikan masker dan pelindung wajah kepada pedagang. Secara fisik kita lihat dari kejauhan kambing ini sehat dengan ditandai berdiri tegak, mata bersih tidak ada kotoran, hidungnya juga tidak ada ingus, lincah dan tadi di anusnya tidak ada kotoran yang menempel. Nanti apabila ditemukan secara fisik ada hewan yang sakit akan kita periksa lebih lanjut dan mendalam. Kita periksa suhu tubuh, pernapasannya dan lain-lain. Hewan yang sakit ini nantinya harus dikarantina agar penyakit yang dideritanya tidak menular kepada hewan yang lebih sehat,” ujarnya.

Pemilik Pondok Hewan Kurban Alif, Joni mengatakan, ada dampak penjualan akibat wabah pandemi Covid-19. Ia menyebutkan, pada tahun lalu berhasil menjual sekira 40 hewan namun pada tahun ini hingga H-14 belum ada pemesanan hewan.

“Sekarang ada 30 ekor hewan yang saya dapat dari Cianjur. Baru ada yang sebatas bertanya harga saja belum ada yang beli. Untuk harga jual sendiri mulai Rp3 juta per ekor untuk kambing. Usia yang kita jual berkisar dari 1,5 tahun sampai 2 tahun. Kita juga dapat kambing dan domba dari Sukabumi dan Garut. Untuk penjualan belum ramai tahun lalu. Untuk gambaran sudah ada karena itu kita hanya stok 30 ekor akibat kurang gesitnya pembeli karena dampak Covid-19. Untuk domba harga tertinggi Rp4,5 juta sampai Rp4 juta murahnya di Rp3,3 juta. Sedangkan Sapi Rp20 juta sampai Rp25 juta untuk berat 50 kilogram yang merupakan sapi lokal Tangerang,” jelasnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here