Home TANGERANG HUB Guru Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

Guru Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

0
SHARE
Guru Diminta Terapkan Protokol Kesehatan
GELAR MUSYAWARAH: Ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia mengikuti meusyawarah pemilihan ketua di Puspiptek, kemarin. FOTO: Dok. Humas Tangsel for Tangerang Ekspres

SETU-Pandemi Covid-19 sampai saat ini belum bisa diatasi. Sehingga perlu semua pihak untuk memutus rantai penyebarannya Covid-19, termasuk oleh guru.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta semua guru bisa menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Covid-19 bisa ditularkan dari sipapun kepada siapapun. Sehingga semua orang punya kesempatan yang sama untuk tertular virus tersebut.

“Untuk mencegahnya diperlukan masyarakat yang disiplin dalam proses penerapan protokol kesehatan, termasuk gutu. Yang penting imunitas harus dijaga,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Konferensi Kota Ke-3 PGRI Kota Tangsel di Puspiptek, Setu, Sabtu (29/08).

Airin menambahkan, untuk menjaga imunitas, masyarakat harus mengonsumsi makanan yang bergizi kemudian berolahraga dengan rutin. Hingga mengonsumsi vitamin sebagai peningkat daya tahan tubuh.

Sementara untuk proses belajar mengajar, ia juga minta kepada seluruh anggota PGRI untuk menberikannya masukan untuk proses belajar mengajar di tengah pandemi seperti ini.

“Saya mencari informasi seperti apa ide atau inovasi sehingga membantu kami, pemerintah untuk membuat kebijakan belajar mengajar yang lebih efektif dalam masa  pandemi ini,” tambahnya.

Ibu dua anak ini menuturkan, tidak menutup kemungkinan, jika ada masukan dari PGRI maka bisa dimasukkan ke dalam kebijakan nasional sehingga bisa diterapkan di seluruh Indonesia.

“Saya yakin kepala sekolah yang dibantu oleh guru memiliki ide atau gagasan bagaimana sebetulnya memberikan belajar mengajar yang baik di masa pandemi,” katanya.

Wanita berkerudung ini berharap PGRI bisa memberikan masukan. Sebab ketentuan belajar mengajar ini tidak bisa menunggu kebijakan dari atas. Melihat keadaan daerah yang berbeda-beda. Untuk kebijakan pendidikan di Kota Tangsel hanya bisa diciptakan oleh Kota Tangsel itu sendiri.

Sedangkan terkait pencairian BPJS Ketenagakerjaan untuk guru honorer sudah dicairkan. Dan, untuk anggaran kuota internet ia memastikan bahwa Dindikbud Kota Tangsel sedang melakukan proses pencairan sehingga akan segera sampai kepada Guru di Kota Tangsel.

“Guru masih menjadi tangan kanan pemerintah dalam proses pembangunan daerah dari sisi sumber daya manusia. Saya berharap guru mendapatkan perhatian yang besar kemudian bisa tetap termotivasi dalam melahirkan anak-anak yang berkualitas untuk meneruskan pembangunan daerah,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here