Home TANGERANG HUB OTG Dominasi Penularan, Empat Kecamatan Tertinggi Angka Covid-19

OTG Dominasi Penularan, Empat Kecamatan Tertinggi Angka Covid-19

0
SHARE
>OTG Dominasi Penularan Empat Kecamatan Tertinggi Angka Covid-19
PEMAKAMAN: Petugas TPU Buni Ayu memakamkan pasien yang meninggal akibat terpapar covid-19. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Orang tanpa gejala (OTG) mendominasi kasus terkonfirmasi positif baru di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut membuat Tim gugus tugas khawatir pasien berstatus tanpa gejala berkeliaran bebas.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tangerang, Hendra Tarmidzi mengatakan, OTG merupakan pasien positif covid namun tidak memiliki gangguan kesehatan.

“Jika tidak menggunakan masker dan menjaga jarak tentu bisa menular cepat. OTG ini berbahaya pada lansia dan memiliki penyakit penyerta. Contohnya, karyawan di PT Gajah Tunggal, itu dia berstatus OTG terus menulari ke keluarganya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (8/9).

Data dari dinas kesehatan (dinkes) Kabupaten Tangerang, tercatat secara keseluruhan sudah 904 kasus positif covid-19. Sebanyak 24 orang dinyatakan meninggal dunia dan 581 orang terkonfirmasi berhasil sembuh.

Masih dari data dinkes, ada empat kecamatan yang memiliki kasus di atas 30 yakni, Kelapa Dua, Cikupa, Curug dan Pasarkemis. Masing-masing kecamatan tercatat, 55 kasus, 49 kasus, 42 kasus dan 36 kasus berdasarkan up date Selasa (8/9).

“Kluster OTG ini menjadi perhatian kita karena dia tidak memiliki gejala namun bagi lansia ini berbahaya apalagi punya riwayat penyakit. OTG ini tidak meninggal, dia bisa sembuh dengan sendirinya. Rawan menularkan terutama pada orang yang punya penyakit bawaan,” jelas Hendra.

Lanjutnya, orang yang memiliki penyakit bawaan apabila berinteraksi dengan pasien OTG bisa berakibat fatal. Menurut Hendra, kluster kasus terkonfirmasi covid di Kabupaten Tangerang saat ini didomasi pasien OTG.

“Kita larang mereka berkeliaran saat menjalani isolasi mandiri. Sebelum dibukanya Rumah Singgah Anabatic. Kita dari gugus tugas memaksimalkan tugas gugus tingkat RT dan RW untuk mencegah OTG ini berkeliaran. Termasuk nanti kebutuhan logistik dipenuhi oleh gugus tugas RT dan RW ini,” lanjutnya.

Hendra menegaskan, pasien yang terkonfirmasi OTG diwajibkan menjalani isolasi selama 14 hari baik mandiri maupun di fasilitas kesehatan. “Sampai dinyatakan sembuh dari hasil swab test. Jumlah saat ini pasien OTG sebanyak 107 orang,” pungkasnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here