Home OLAHRAGA Kesejahteraan Atlet Banten

Kesejahteraan Atlet Banten

0
SHARE

Kepedulian Pemerintah Provinsi Banten melalui KONI Banten dengan memberikan dana pembinaan jangka panjang terhadap atlet berprestasi dirasakan cukup membantu atlet untuk kembali bersiap menghadapi PON XX tahun 2020 di Papua. Hanya saja sebagian besar atlet peraih medali di PON XIX/2016 di Riau yang membutuhkan lebih dari sekedar dana pembinaan. Inilah yang terekam dari pernyataan dua atlet peraih medali emas PON XIX/2016 Ratiah dari cabor layar dan Desi Sinta, peraih medali emas cabor gulat. Kedua atlet tersebut mengaku butuh pekerjaan untuk bisa lebih meningkatkan penampilan di medan pertandingan nanti.

“Saya akui perhatian Pemprov Banten melalui KONI Banten cukup, tapi kami butuh pekerjaan untuk bisa menafkahi keluarga. Karena saya dari kecil berlatih layar saya menggantungkan semuanya pada olahraga ini, saya berharap bisa mendapat pekerjaan dari prestasi saya di layar,” ucap Ratiah yang merelakan tiket Pelatnas SEA Games karena ingin dekat dengan keluarga sehingga mudah mencari nafkah.

Hal serupa diungkap oleh Desi Sinta pegulat putri Banten yang menyatakan pekerjaan dari Pemprov Banten sangat dibutuhkan dirinya untuk bisa meningkatkan prestasi yang telah dimiliki. Sejauh ini dana pembinaan yang diterima dari KONI Banten hanya sebatas untuk latihan, sedang untuk kebutuhan sehari-hari sejauh ini dirinya masih bergantung pada sang kakak. “Kalau ada pekerjaan dari Pemprov setidaknya kami tidak lagi berpikir bagaimana mencari dana tambahan untuk hidup sehari-hari. Fokus kami adalah berlatih untuk berprestasi,” ucap pegulat Pelatnas SEA Games 2017 ini. Baik Ratiah maupun Desi mengaku iri dengan rekan-rekannya dari Provinsi lain yang mendapat pekerjaan sebagai PNS setelah meraih medali emas. “Seperti atlet Bengkulu dan Riau mereka diperhatikan oleh Pemprov dengan menjadi PNS,” jelas Ratiah.

Curahan hati atlet putri Banten tersebut diharapkan Ketua Pengprov Porlasi Banten H. Asep Yusuf Syahrir bisa menjadi perhatian Pemprov Banten khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga. Itu berdasarkan pengalaman selepas PON XVIII/2012 di Riau dimana atlet peraih medali mendapat pekerjaan di Dispora Banten meski hanya sebatas tenaga honorer.

“Peraih medali emas seperti Vincent Majid, Since (Lithasova, red) dan peraih medali lainnya mendapat perhatian dengan menjadi pegawai honorer di Dispora. Mereka saat itu ditempatkan sebagai pegawai di Balai Pusat Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPLP) Dispora Banten,” ungkap Asep.

Diungkap lebih jauh oleh Asep, saat itu atlet yang diangkat menjadi pegawai honorer diberi tugas hanya berlatih untuk meningkatkan kemampuannya. “Seingat saya kalau pun ada waktu mereka sesekali memberi latihan di PPLP,” ujar Asep. Walau saat ini hanya meminta sebatas tenaga honorer, Asep berjarap jika ada kesempatan menjadi PNS di Pemprov Banten kesempatan itu diberikan tetap pada atlet. Karena kata pria yang juga pengurus Porlasi Pusat sejauh ini beberapa atlet peraih medali PON XIX sudah banyak memenuhi persyaratan untuk menjadi PNS. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here