Home OLAHRAGA Match Fixing Liga 2, Pendekar Bantah Terlibat

Match Fixing Liga 2, Pendekar Bantah Terlibat

0
SHARE
PROMOSI: Pemian Kalteng Putra merayakan gol kemenangan atas Persita pada perebutan juara ketiga kompetisi Liga 2 musim lalu.

MASALAH match fixing (pengaturan pertandingan) yang mendera kompetisi Liga 2 menyerat nama Persita dalam pusaran. Klub berjuluk Pendekar Cisadane langsung membantah terlibat dalam pengaturan pertandingan seperti yang ramai dibicarakan saat ini.

Kubu Persita merasa sebagai korban dari apa yang terjadi pada kompetisi Liga 2 tahun 2018 tersebut. Tim Ungu seperti yang dikemukakan I Nyoman Suryanthara Manajer Persita kerap dirugikan pada perjalanan di kompetisi Liga 2 musim lalu.

Sekedar informasi, tuduhan keterlibatan tim Ungu dalam pusaran pengaturan pertandingan terungkap dalam sebuah acara televisi nasional. Dimana dalam tayangan tersebut, saksi yang identitasnya dilindungi tersebut mengungkap Persita menjanjikan uang kepada wasit yang memimpin pertandingan leg pertama semifinal Liga 2 menghadapi Semen Padang yang berakhir 1-0.

Selain itu juga diungkap pertandingan perebutan tempat ketiga yang melibatkan Persita dan Kalteng Putra diindikasikan telah terjadi penyuapan oleh oknum pengurus PSSI kepada perangkat pertandingan untuk memenangkan Kalteng Putra.

Nyoman langsung membantah rumor pemberian uang kepada wasit terkait laga leg pertama babak semifinal Liga 2 kontra Semen Padang. Pertandingan semifinal leg pertama tersebut dijalani Persita secara fairplay.

“Saya pastikan Persita tidak seperti itu di kompetisi lalu, lihat saja disetiap pertandingan Persita, Persita selalu terseok-seok bahkan pernah ada di zona degradasi. Bahkan saat melawan Semen Padang pada leg 1 walau menang 1-0 tapi kita merasa dirugikan dengan kepemimpinan wasit yang menguntungkan Semen Padang. Sangat tidak fair jika ada yang nilai Persita terlibat pengaturan skor,” ujar Nyoman, Kamis (21/2).

Sementara terkait pergantian wasit secara mendadak pada pertandingan Persita melawan Kalteng Putra di perebutan juara ketiga adalah kesalahan perangkat pertandingan. Dia terkejut saat wasit yang bertugas berbeda tak sesuai dengan data yang tercantum dalam daftar susunan pemain (DSP) yang telah ditanda tangani pengawas pertandingan.

“Memang saat lihat di DSP wasitnya Yudi, begitu fakta dilapangan wasitnya Novari. Sebetulnya itu kesalahan dari Liga kesalahan admistrasi seperti itu sangat fatal itu kan admistrasi yang fatal. Saya juga tidak kenal sama wasit Yudi begitu pun Novari waktu technical meeting saya datang saya tidak melihat Yudi. Tapi saya berfikir positif saja pergantian wasit itu,” tegas Nyoman membantah pergantian wasit terjadi atas permintaan Persita karena Yudi adalah pengadil yang memimpin laga leg pertama semifinal kontra Semen Padang.

“Untuk menghidupkan tim saja sudah susah payah, kami berusaha memenuhi kewajiban kepada pemain dengan susah payah. Bagaimana mungkin kita memikirkan untuk membayar-bayar seperti itu,” tambahnya.

Persita, kata Nyoman sangat siap apabila pada akhirnya pernyataan narasumber tersebut mengharuskan Persita diperiksa oleh Tim Satgas Anti Mafia Bola. Persita akan terbuka atas pernyataan tersebut. (apw/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here