Home OLAHRAGA Napoli vs Juventus (1-2), Tanda-tanda Gelar Kedelapan

Napoli vs Juventus (1-2), Tanda-tanda Gelar Kedelapan

0
SHARE
SUMBANG GOL: Pemain Juventus Miralem Pijanic saat berebut bola dengan pemain Napoli pada laga yang dimenangkan Bianconeri dengan skor 1-2.

DIANTARA lima liga elite Eropa hanya Bayern Muenchen (Bundesliga) dan Juventus (Serie A) yang mencatatkan rekor streak kampiun lebih dari lima musim. Bayern enam kali. Juventus tujuh kali. Namun musim ini, perjuangan Bayern menuju streak ketujuh sangat terjal, Bianconeri sama sekali tak kesusahan.

Tanda-tanda Juventus meraih gelar kedelapannya terlihat jelas saat giornata ke-26 kemarin (4/3) menghadapi Napoli. Selain kemenangan 2-1 Juventus atas Partenopei di Stadio San Paolo kemarin, bianconeri juga sudah unggul 16 poin di depan Napoli.

Sinyalnya semakin jelas pada pertandingan antara tim nomor satu dan dua itu yang dihiasi drama. Selain tiga gol tercipta, masing-masing tim menerima satu kartu merah. Kemudian di sepuluh menit terakhir, eksekusi penalti pemain tuan rumah mengalami kegagalan.

Juventus membuat gol melalui Miralem Pjanic pada menit ke-28 dan Emre Can (39′). Napoli memperkecil skor ketinggalan lewat Jose Maria Callejon (61′). Wasit Gianluca Rocchi mencabut kartu merah untuk pemain Juventus Pjanic (47′) dan kiper Napoli Alex Meret (25′). Dan algojo Napoli Lorenzo Insigne gagal mengeksekusi penalti (84′).

Allenatore Juventus Massimiliano Allegri kepada Sky Sport Italia kemarin mengatakan timnya belum juara. Masih ada 12 giornata tersisa dan 36 poin buat diperebutkan. Keunggulan 16 poin menurut eks arsitek AC Milan itu tetap belum aman.

“Yang pasti jarak 16 poin ini menguntungkan kami dan seandainya di akhir musim kami punya poin yang sama dengan Napoli kami unggul head-to-head pertemuan. Musim belum usai,” jawab Allegri diplomatis.

Boleh saja Allegri mejawab demikian. Akan tetapi histori menunjukkan jika tim yang unggul sampai dobel digit di giornata ke-26 pasti jadi scudetto. Misalnya Juventus musim 2014-2015 dan 2005-2006. Namun di musim 2005-2006, Juventus meski juara namun karena tersandung match fixing maka gelar scudetto musim itu dicabut.

Sedangkan tim lain yang pernah mencapai selisih poin sampai belasan adalah Inter Milan musim 2006-2007. Di giornata ke-26 musim tersebut, Inter unggul 11 poin atas tim posisi kedua AS Roma.

Keunggulan 16 poin ini juga membuat Allegri lebih rileks menuju leg kedua 16 besar Liga Champions 13 Maret mendatang di Juventus Stadium versus Atletico Madrid. Juventus kalah 0-2 di pertemuan pertama (21/2).

“Sangat penting buat kami bisa mengangkat tekanan di kompetisi yang satu (Serie A, red.)dan fokus kepada kompetisi yang lain (Liga Champions, red.). Dan kami masih punya sisa 90 menit atau lebih buat berjuang pada pertemuan kedua lawan mereka (Atletico),” ujar Allegri.

Nah, meski perjalanan Juventus menuju gelar kedelapan mulus setelah pertandingan kemarin masa depan Allegri terus dikulik. Pasca penutupan media sosial pria 51 tahun itu kabar jika Allegri merapat ke Inter terus menguat. Kontrak Allegri dengan Juventus purna pada musim panas 2020 mendatang.

“Dengan segala hormat, sudah saya katakan jika akan duduk bersama klub dan membicarakan kerja sama musim-musim mendatang. Saya sangat senang berada di Juventus,” tutur Allegri.

Sementara itu, allenatore Napoli Carlo Ancelotti kepada Football Italia mengatakan Juventus memang luar biasa. Sampai saat ini mereka merupakan satu-satunya tim di lima liga elite Eropa yang belum kalah.

“Juventus tak membiarkan kami mendekat kepada mereka dan saya tak ada penyesalan untuk mengakui superioritas mereka musim ini. Semua pemain Juventus memiliki kemampuan setara di semua lini,” kata Ancelotti.

Secara tersirat Don Carlo mengakui jika musim ini sudah berakhir dan gelar scudetto ada di tangan Juventus. Sehingga Ancelotti akan berjuang di sisi kompetisi yang dilakoni. Yakni Liga Europa. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here