Home OLAHRAGA Bonus Masih di Awang-awang, Gelar Buat Rakyat Indonesia

Bonus Masih di Awang-awang, Gelar Buat Rakyat Indonesia

0
SHARE
PERDANA: Ganda putra Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan meraih juara All England sebagai gelar perdana dengan status atlet non Pelatnas PBSI.

GANDA putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses meraih gelar juara turnamen bergengsi All England 2019 usai mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 11-21, 21-14, 21-12, Minggu (10/3) malam WIB. Pasangan Hendra/Ahsan mendedikasikan gelar juara perdana mereka sejak tak lagi menjadi skuat pelatnas PBSI tersebut untuk rakyat Indonesia.

Gelar juara kali ini juga menjadi koleksi kedua mereka dari All England. Lima tahun lalu, ganda putra yang dijuluki The Daddies oleh netizen itu juga menjadi kampiun.

“Pastinya sangat bermakna, karena itu gelar All England saya yang pertama (setelah tak lagi di pelatnas),” kata Ahsan seperti dikutip dari situs berita nasional, Senin (11/3). “Gelarnya saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya menambahkan.

Ahsan juga menegaskan kemenangan ini menjadi modal berarti buat dirinya dan Hendra untuk menghadapi persaingan perebutan tiket menuju Olimpiade 2020 di Tokyo. Kedepan Ahsan berharap mereka bisa meraih prestasi serupa sehingga tiket tampil di Tokyo bisa diraih.

Sedang terkait bonus, Ahsan, tak mau berandai-andai dengan bonus dari pemerintah. Jika benar-benar cair, dia mensyukurinya. “Ya kalau diberi bonus ya Alhamdulillah,” ujar dia lagi.

Baik Ahsan maupun Hendra saat ini tengah berada di pesawat perjalanan menuju Swiss. Mereka akan melanjutkan perjuangan di Swiss Terbuka yang berlangsung di ST. Jakobshalle Basel, Basel, Swiss, 12-17 Maret.

Sementara Kemenpora melalui Sesmenpora Gatot S. Dewabroto masih memilih bungkam terkait bonus. Namun, pihaknya mengapresiasi prestasi yang berhasil diukir oleh Ahsan/Hendra.

Selain itu, Kemenpora juga berencana melakukan penyambutan. Tapi tidak dalam waktu dekat. Menunggu keduanya kembali dari turnamen Swiss Open.

“Tentu saja ada penyambutan. Dulu waktu Kevin/Marcus juara All England juga ada penyambutan. Semua tergantung koordinasi dengan PBSI,” ujar Gatot.

Ya, ketika Marcus/Kevin menjuarai All England pada 2017 dan 2018 lalu, Kemenpora menyiapkan penyambutkan spesial. Bonus berupa uang tunai juga dikucurkan buat keduanya. Sedangkan ketika Eko Yuli Irawan menjadi juara dunia November silam, lembaga yang dipimpin Imam Nahrawi itu langsung menyerahkan bonus.

Namun kehebohan itu tidak terlihat setelah Hendra/Ahsan menjuarai All England Minggu malam lalu. Kemenpora terlihat sepi saja. Tidak ada tanda-tanda akan ada pemberian bonus buat pasangan yang berstatus pemain profesional tersebut.

Dikonfirmasi secara terpisah, Deputi III Bidang Pembudayaan Olaharaga Raden Isnanta belum berani menjanjikan soal bonus.

Semua bergantung pada keputusan Menpora Imam Nahrawi. “Masih menunggu pulang dulu. Nanti Pak Menteri yang akan menyampaikan langsung, akan memanggil Hendra/Ahsan sepulangnya dari sana,” kata Isnanta.

Secara implisit Isnanta menerangkan kemungkinan besar Ahsan/Hendra akan diberi bonus. Soal jumlah, belum diketahui.

Bila berkaca pada nilai bonus All England edisi sebelumnya, jumlahnya tidak kurang dari Rp 250 juta. “Menurut saya sih, logikanya Hendra/Ahsan akan dapat. Karena, All England itu salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi,” ucap Isnanta. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here