Home OLAHRAGA Persebaya vs Arema (2-2), Gara-Gara Blunder Kiper

Persebaya vs Arema (2-2), Gara-Gara Blunder Kiper

0
SHARE
IMBANG: Ekspresi pemain Persebaya Surabaya setelah Makan Konate membobol gawang Miswar Saputra untuk kedua kalinya pada leg pertama Final Piala Presiden yang berakhir 2-2. FOTO: JPG

BEBAN Persebaya Surabaya menyongsong leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang seharusnya lebih ringan. Sebab, hingga menit ke-77, Green Force-julukan Persebaya sudah unggul 2-1. Namun, blunder yang dilakukan kiper Miswar Saputra membuat tugas Persebaya di leg kedua menjadi lebih berat.

Ya, Miswar yang salah posisi, gagal mengantisipasi tendangan bebas Makan Konate pada menit ke-78. Gol Konate itu membuat Arema FC berhasil memaksakan skor imbang 2-2. Hasil yang membuat Persebaya harus bisa meraih kemenangan pada leg kedua di Malang Jumat lusa (12/4).

Hasil imbang ini pula yang membuat Bonek meradang. Miswar langsung menjadi sasaran kemarahan. Apalagi, sebelum membuat blunder yang berbuah gol, Miswar juga membuat kesalahan yang nyaris berbuah gol. Tepatnya pada menit ke-60.

Saat itu, Miswar salah memberikan umpan. Bola sepakan Miswar berhenti di kaki Ricky Kayame. Beruntung tendangan Kayame masih mampu diblok oleh bek M. Syaifuddin.

Chant-chant bernada hujatan sempat menggema di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kemarin. Chant itu ditujukan kepada Miswar. Beberapa pemain Persebaya seperti Otavio Dutra sampai memberikan kode dengan tangannya agar Bonek berhenti menghujat Miswar.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman juga meminta agar Bonek tak menghakimi Miswar. “Mungkin mereka kecewa karena ada kesalahan yang terjadi di lapangan. Tetapi saya himbau pada Bonek dukunglah pemain dengan baik,” kata Djanur-sapaan Djadjang Nurdjaman.

”Pemain tidak selalu bagus, kadang juga ada penurunan. Untuk itu beri suport ke pemain dengan chant yang baik,” imbuh pelatih asal Majalengka tersebut.

Lalu, kenapa performa Miswar masih angin-anginan? Pelatih kiper Persebaya Miftahul Hadi mengaku belum paham apa problem yang tengah terjadi pada Miswar. ”Ya mungkin ini perlu kami tanya secara pribadi kepada Miswar. Ada masalah apa. Namanya anak muda mungkin ada masalah dari luar yang mempengaruhi penampilannya,” tutur Hadi.

Ya, selain Miswar, Persebaya sebetulnya sempat menurunkan Abdul Rohim. Mantan kiper PSMS Medan itu tampil setelah Miswar membuat blunder pada laga perdana di fase grup Piala Presiden 2019 melawan Perseru Serui. Dan, Rohim yang menjadi kiper pengganti. Tampil cukup meyakinkan. Dua kali tampil, dia sekali mencatat cleansheet. Rohim juga berhasil menggagalkan eksekusi penalti Loris Arnaud ketika Persebaya bertemu PS Tira di fase grup. Aksi penyelamatan itu memastikan Persebaya lolos sebagai juara grup.

Nah, atas dasar itu pula, Djanur kemungkinan akan melakukan rotasi di Malang. “Kami memiliki tiga kiper yang kualitasnya tidak jauh berbeda. Sangat memungkinkan ada rotasi di sektor penjaga gawang,” papar Djanur.

Djanur juga menyadari kekecewaan Bonek di GBT. “Kami juga sama dengan Bonek. Kami tidak mengiginkan hasil imbang,” tandasnya. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here