Home OLAHRAGA Blitar Bandung Utd vs Persita(1-1), Finis Runner Up

Blitar Bandung Utd vs Persita(1-1), Finis Runner Up

0
SHARE
Gelandang sayap Persita Redi Rusmawan diadang dua pemain Blitar Bandung United FC di laga terakhir grup barat di Stadion Siliwangi Bandung, kemarin. Hasil akhir 1-1, membuat Persita berada di posisi kedua klasemen.

PERSITA Tangerang menutup babak penyisihan wilayah barat dengan hasil seri. Melawan tuan rumah Blitar Bandung United FC (UFC), Kamis (17/10) berbagi angka 1-1. Pendekar Cisadane nyaris takluk jika saja gol Mohammad Rezam Baskoro di menit 74 tidak disamakan oleh gol Asep Budi Santoso di menit 82 pada laga di Stadion Siliwangi.

Hasil imbang ini membuat Persita menjadi runner up (peringkat kedua) klasemen sementara wilayah barat dengan nilai 43. Nilai ini sama dengan yang dikoleksi Persiraja Banda Aceh yang pada laga yang bersamaan takluk dari PSMS Medan dengan skor 1-0. Persita kalah produktivitas gol tandang dari rekor pertemuan (head to head) dengan Persiraja. Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro (WCP) meski berterima kasih pada kerja keras pemainnya menyamakan skor, namun tersembul rasa kecewa. Khususnya dalam proses terjadinya gol skuat asuhan Budiman di menit 74.

WCP menganggap salah satu faktornya adalah kurang koordinasi antar pemain di lini belakang. Itu terjadi karena cepatnya pemain Blitar Bandung melakukan serangan bergelombang ke gawang Persita yang dikawal Annas Fitranto. “Sebetulnya bola tendangan pemain lawan pelan tapi mungkin karena miss komunikasi dan saling berharap jadi terjadi gol,” ucap WCP. Selain koordinasi, pelatih kelahiran Cilacap mencermati permainan skuat asuhannya yang kurang memberikan tekanan pada pergerakan lawan hingga terciptalah gol pertama.

“Sebetulnya kami sudah bicara sama mereka, siapa pun yang masuk di sepertiga pertahanan kami itu yang harus kita waspadai. Paling tidak pressing mereka. Tadi kan dia tidak ada yang pressing sehingga Rezam bisa dengan mudah membuat gol. Tadi saya sangat marah kenapa tidak di-pressing? Kalau di-pressing kan nggak mungkin bisa crossing,” ungkapnya.

WCP menyebut dirinya akan langsung melakukan evaluasi pada tim, terutama untuk menghadapi pertandingan di Babak 8 Besar yang akan dimulai 28 Oktober mendatang. “Kami sudah bicara kepada pemain bahwa tidak akan mudah mengalahkan tim-tim di Liga 2. Karena saya sudah ingatkan, masing-masing bisa dikalahkan dan mengalahkan. Kedepannya tentu kita terus evaluasi, persiapan untuk menyambut 8 Besar,” kata Widodo usai pertandingan.

Disinggung persiapan Babak 8 Besar, WCP tak mau banyak berkomentar. “Saya hanya akan melakukan pembenahan terkait transisi permainan. Ya, dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya. Ini yang memang perlu kita benahi agar kedepan lebih kompak lagi,” ungkap WCP sekaligus menyatakan kesiapan menghadapi siapa pun lawan di babak 8 Besar. Habibi, perwakilan pemain Persita mengaku bersyukur timnya bisa mencuri satu poin dari tim tuan rumah. “Sebelumnya saya ucapkan Alhamdulillah Wasyukurillah kami mendapatkan poin di laga away ini. Terima kasih juga buat suporter yang telah datang mendukung kami. Ini menambah semangat kami untuk bertarung di 8 Besar untuk kami bisa masuk ke Liga 1,” kata Habibi.

Di kubu tuan rumah Budiman mengaku bangga pada penampilan pemain asuhannya kemarin sore, karena mampu menunjukkan bisa bersaing dengan klub papan atas wilayah barat. “Saya bangga mereka menunjukkan bisa bersaing dengan klub yang dihuni pemain berpengalaman di Liga 1 dan salah satu tim favorit promosi ke Liga 1. Mereka mampu mengimbangi permainan Persita,” ucap Budiman. Ia menambahkan permainan pemainnya juga menunjukkan potensi mereka bisa berkembang ke arah yang lebih baik. Salah satunya tentu saja ditunjukkan Muhammad Rezam Baskoro yang saat ini masuk daftar papan atas top skor Liga 2 dengan 10 gol.

Pada pertandingan kemarin penampilan Persita tak terlalu apik. Perbedaan starting eleven Persita dibanding laga sebelumnya disinyalir menjadi penyebab kurang gregetnya penampilan Amarzukih dkk. Dua pemain yakni Yus Arfandi Supu dan Diego Banowo menjadi starter untuk kali pertama. Adaptasi dengan susunan pemain yang berbeda membuat Persita memulai babak pertama dengan sedikit lambat.

Sementara itu, Blitar Bandung United yang dihuni pemain-pemain muda rajin melancarkan serangan demi serangan ke gawang Persita yang kali ini dijaga Annas Fitranto. Namun penampilan apik Annas membuat skor bertahan 0-0 hingga turun minum. Pada babak kedua pola permainan Persita tak banyak berubah. Akibatnya Asri Akbar langsung dimainkan menggantikan Yus Arfandi. Sayangnya hal itu malah dimanfaatkan lawan dengan membuat gol di menit ke-74 melalui aksi Muhammad Rezam Baskoro. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Ketinggalan satu gol, Persita masih terus berusaha menemukan pola permainan yang terbaik. Sambil terus berusaha membangun serangan. Persita sibuk membentengi gawang dari serangan Blitar Bandung. Dan akhirnya berbuah manis di menit ke-82, berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi Chandra Waskito, Asep Budi bisa menyambutnya dengan sundulan keras yang langsung mengarah dan masuk ke gawang BBU. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here