Home TANGERANG HUB Bisnis Hewan Qurban Lesu

Bisnis Hewan Qurban Lesu

0
SHARE
Bisnis Hewan Qurban Lesu
DITANDAI: Hewan sapi yang lolos pemeriksaan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, diberikan tanda. FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Pandemi Covid-19 picu penjualan hewan ternak qurban jelang hari raya Idul Adha di Kabupaten Tangerang lesu. Bahkan pedagang terancam mengalami penurunan omzet drastis hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, diperkirakan bisa menurun hingga 50 persen,” keluh Muhamad, pedagang hewan qurban di Desa Pasanggrahan, Solear, Kamis (23/7)

Dia mengakui, sejak lapaknya dibuka dua pekan yang lalu, baru terjual lima ekor domba atau kambing. Bila dibandingkan musim 2019 suda bisa mencapai 12 ekor.

“Biasanya langganan saya di Perumahan Kirana dan Regensi tiap tahun itu jauh-jauh hari sudah pesan, sampai hari ini H- 7 belum ada kabarnya,” ujarnya.

Sementara biaya operasional setiap hari, kata Muhamad, harus merogoh kantong sebesar Rp200-300 ribu untuk membayar penjaga dan biaya pakan ternak.

“Semoga di H-7 ini bisa terjual semua. Kalau pun ada sisa bisa dijual pada bulan Muharram, meskipun dijual tanpa untung dengan harga kembali modal,” ujarnya.

Terpisah, hal yang sama lebih dirasakan Ardani, pedagang domba di Jalan Arya Santika, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa. Ia mengaku selama dua pekan menjajakan hewan dagangannya, belum satu ekor pun terjual.

“Dampak covid-19 ini bukan 50 persen lagi yang saya rasakan, bisa 90 persen yang saya rasa. Selama dua minggu ini belum ada yang kejual,” ungkap Ardani.

Sementara itu dua pedagang lain Manap dan Hapid mengeluhkan hal yang sama, mengaku menurun omset penjualan selama pandemi covid-19

“Hampir satu bulan, saya baru laku tujuh ekor dari 30 ekor kambing yang saya siapkan, terasa banget dampak penjualan akibat kondisi saat ini,” ungkap Manap dan Hapid, saat ditemui di lapaknya depan Perumahan Mustika Tigaraksa.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menerjunkan 170 personil, untuk memeriksa kesehatan hewan ternak qurban di lapak-lapak. Hal tersebut dilakukan agar Pemkab dapat melihat secara dekat perkembangan sapi dan kambing yang dijual di lapak hewan kurban.

“Pemkab harus memastikan kesehatan hewan qurban yang dijual di lapak yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan..

Aziz menjelaskan, hewan qurban dinyatakan sehat setelah diperiksa kesehatannya. Seperti gigi, mata dan kotorannya akan diberikan tanda berupa tanda kelayakan yang digantungkan pada kalung hewan.

“Kami siapkan tanda khusus yang digantungkan pada galing atau tali di hewan teraebut yang menyatakan bahwa hewan tersebut sehat dan layak untuk dibeli,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir untuk membeli hewan kurban dengan alasan takut tepapar virus corona atau Covid-19. “Masyarakat tidak perlu takut. Karena sejauh di Indonesia ini tidak ditemukan kasus penularan Covid-19 dari hewan ke manusia,” pungkasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here