Home BISNIS Dana Desa Bisa Buat Beli Bibit Unggul

Dana Desa Bisa Buat Beli Bibit Unggul

0
SHARE
RAPAT KOOTDINASI: Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pemaparan sebelum membuka Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018 di The Sultan Hotel, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/11).

Jakarta – Wakil Preiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan dana desa tidak saja difokuskan untuk pembangunan infrastruktur. Dana desa dapat dipakai untuk membeli bibit unggul agar produktivitas pertanian di desa meningkat.

“Dana desa dapat dipakai untuk membeli bibit yang baik, dibagi kepada masyarakat bibit-bibit unggul untuk buah-buahan, kopi, coklat, dan sebagainya,” kata JK di Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018 di The Sultan Hotel, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/11).

JK mengingatkan, dana desa jangan hanya dipakai untuk fokus pembangunan infrastruktur. Selain itu, pertanian di desa jangan hanya fokus ke tanaman padi.

“Juga agar dilaksanakan pembangunan pertanian yang bernilai tinggi. Apakah kopi, coklat, buah-buahan, hortikultura dan sebagainya. Jangan hanya mengandalkan padi. Penting untuk menjaga suatu swasembada, sangat penting sekali, tapi kita juga penting untuk menjaga pendapatan masyarakat petani,” ujarnya.

Pendapatan yang minim dari masyarakat desa khususnya petani dapat menimbulkan urbanisasi besar-besaran dari desa ke kota. Jika hal tersebut terus terjadi, maka penduduk desa akan semakin berkurang dan jumlah petani menurun.

“Di Jepang yang tinggal di desa tinggal orang-orang tua, kita (di Indonesia) masih, karena masih ada masyarakat muda-muda masih mau di desa. Pada waktunya nanti, dan umur petani kita makin lama akan makin tinggi secara rata-rata,” tuturnya.

“Sekarang umur petani rata-ratanya 40 tahun, berapa tahu yang lalu (rata-rata) 35 tahun. Artinya ada 50 ada 60 ada juga tentu 30 tahun. Nah hal ini lah yang harus menjadi perhatian kita bahwa desa itu harus lebih maju, harus lebih menarik, harus lebih baik sehingga tidak terjadi urbanisasi yang berlebihan,” lanjutnya.

Selain produktivitas desa akan menurun jika terjadi urbanisasi, menurut JK perkotaan juga akan menjadi sesak. Banyaknya masyarakat desa yang pindah ke kota juga akan menimbulkan pengangguran.

“Kalau timbul pengangguran di perkotaan maka angka kriminalitas akan tinggi. Jadi menjaga keseimbangan antara kota dan desa, karena itu lah maka dana desa itu dikucurkan. Tiap tahun akan bertambah sehingga akan terjadi suatu kemakmuran yang merata di republik ini,” ucapnya.

Dalam.kesempatan itu juga Wakil Presiden mengatakan, urbanisasi masyarakat desa ke kota akan terjadi dalam jumlah besar. Untuk itu dibutuhkan pembangunan desa yang mampu mencegah urbanisasi masyarakat desa ke kota.

“Program-program pedesaan yang akan dibicarakan, (disusun) untuk menghasilkan suatu program, di mana pembangunan desa akan seimbang dengan penghsilan mereka (masyarakat desa) apabila terjadi urbanisasi di perkotaan,” kata JK.

JK menjelaskan, pemerintah menginginkan agar dana desa yang diberikan dapat betul-betul dirasakan masyarakat melalui pembangunan desa. Dana desa diberikan awalnya untuk tetap menjaga budaya gotong royong masyarakat desa, khususnya dalam membangun desanya.

“Karena akhir-akhir ini akan terus berjalan urbanisasi, akan makin besar. Penduduk desa akan berkurang dan masuk ke kota,” ujarnya.

Urbanisasi masyarakat desa ke kota terjadi karena pembangunan industri di perkotaan dan pinggiran perkotaan. Dengan upah yang lebih menjanjikan, maka masyarakat desa akan tertarik untuk bekerja di industri.

“Dengan upah minimum sekarang ini regional, maka pendapatan buruh akan lebih besar daripada pendapatan petani. Kalau di sekitar Jakarta, Bekasi, Tangerang, upah minimum hampir mendekati Rp 4 juta, (ada yang) Rp 3,8 juta, Rp 3,9 juta perbulan,” ungkap JK.

“Sedangkan untuk menjadi petani sawah dengan (luas) lahan yang hanya 0,3 hektar dikerjakan oleh 3 orang keluarga, itu dengan penghasilan kurang lebih Rp 15 juta per tahun maka penghasilan orang itu di bawah (upah buruh industri di kota). Otomatis mereka akan memilih bekerja di industri yang gajinya Rp 3 juta,” lanjutnya.

Untuk itu pemerintah khususnya melalui dana desa, akan berupaya meningkatkan pembangunan desa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produktivitas hasil pertanian di desa.

“Produktivitas (pertanian) itu hanya bisa dilakukan apabila di desa juga pengarian baik, jalan baik, supaya kemudian pasca panennya baik. Atau pun bahwa akhirnya produktivitas naik, pendapatan masyarakat naik. Selama pendapatan masyarakat itu lebih rendah dibanding daripada UMR maka akan terjadi urbanisasi sehingga desa sepi,” jelasnya.(dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here